WartaKita.org – Umat Kristiani di Lingkungan Santa Faustina Glodogan, Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten bersama warga muslim yang tinggal di Perumahan Glodogan Indah Klaten Selatan mengadakan halal bihalal pada Jumat (15/6/2018) pagi.
Halal bihalal diadakan pada saat Hari Raya Idul Fitri, yakni setelah Sholat Idul Fitri. Dan pada tahun 2018 ini sudah memasuki tahun yang ketiga. Halal bihalal tahun ini mengusung tema “Srawung warga merajut tali persaudaraan antar umat beragama”.
Pengurus Lingkungan Santa Faustina Glodogan, Antonius Hery Subagyo menjelaskan, halal bihalal ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi untuk saling maaf-memaafkan diantara warga perumahan. Selain itu, juga sebagai ungkapan rasa syukur atas kebersamaan warga dalam menjalankan ibadah agama masing-masing yang penuh dengan toleransi.
“Karena selama satu bulan penuh ini saudara-saudari kami umat Muslim menjalankan ibadah puasa dan Sholat Tarawih di masjid. Sementara itu, kami umat Katolik selama satu bulan penuh (bulan Mei) juga menjalankan Doa Rosario. Kadang, nyanyian pujian kepada Bunda Maria yang kami kidungkan tiap malam, saling bergantian dengan suara Sholat Tarawih yang kami dengar lewat masjid di sekitar rumah kami. Namun demikian, kami tidak saling terganggu. Kami saling menghormati satu sama yang lain. Itulah yang kemudian kami syukuri karena kami bisa hidup dengan rukun. Maka, kami adakan acara halal bihalal bersama ini,” katanya.

Ada yang menarik dalam halal bihalal ini. Saat umat muslim menjalankan Sholat Ied, umat Katolik dan Kristen sekitar menyiapkan tempat, makanan kecil, dan minuman. Begitu Sholat Ied rampung, umat muslim kemudian datang ke tempat halal bihalal dan langsung disambut oleh umat Katolik dan Kristen.
Halal bihalal ini diadakan di dua tempat, yakni di jalan utama RT dan Balai RT. Acara halal bihalal berupa ucapan selamat datang dari wakil umat kristiani, ikrar bersama yang dipimpin pemuka umat muslim, doa, dan ramah tamah. Sedang pantia halal bihalal adalah umat kristiani.
“Halal bihalal ini kami adakan sebagai bentuk nyata dalam menjalin kasih dan berbagi berkat,” ucap Hery.









