Halal Bihalal Dan Kembul Bujana Warga Jonggrangan Wiro Berlangsung Meriah, Ratusan Perantau Pulang Kampung Untuk Berbagi Berkah

Warga Dukuh Jonggrangan melakukan kembul bujana di akhir acara halal bihalal, Rabu (4/5/2022) pagi.

WartaKita.org – Acara Halal Bihalal dan Kembul Bujana warga RW 11 Dukuh Jonggrangan, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten yang digelar di jalan utama dukuh tersebut pada Rabu (4/5/2022) pagi berlangsung meriah.

Sekitar 500 orang yang merupakan warga asli dan perantau atau mboro tumplek bleg mengikuti halal bihalal yang diakhiri dengan kembul bujana atau makan bersama ini.

Bacaan Lainnya

Ketua RW 11 Dukuh Jonggrangan, Jarwanto menyampaikan, acara halal bihalal ini mulai diadakan pada tahun 1999, atau sudah berlangsung selama 23 tahun. Tradisi halal bihalal ini diikuti oleh warga asli Jonggrangan dan warga yang mboro atau merantau ke segala penjuru tanah air.

Para perantau ini tersebar di daerah Jabodetabek, Surabaya, Palembang (Sumatera), Sulawesi, Pontianak, Samarinda dan Balikpapan (Kalimantan). Dan bahkan, ada yang bekerja di luar negeri, seperti di Jepang, Ethiopia, dan Malaysia.

“Halal bihalal ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, menguatkan persatuan dan kebersamaan warga, dan juga untuk saling maaf memaafkan. Karena semua warga dan para perantau berkumpul di acara halal bihalal ini,” katanya.

Jarwanto menyatakan, para perantau ini bekerja di berbagai bidang. Ada yang pedagang, karyawan perusahaan, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan sebagainya.

“Hari ini, para perantau menyempatkan waktu untuk pulang kampung, untuk bertemu dengan orangtua, sanak saudara, dan semua lapisan masyarakat. Mereka ikut berbagi berkah dengan sesamanya. Kita bersyukur, karena kita bisa mengadakan halal bihalal lagi. Sebab selama pandemi Covid-19, halal bihalal tidak diadakan. Pada tahun 2022 ini kita berani mengadakan halal bihalal karena pandemi telah melandai dan Pemerintah sudah mengijinkan,” ujarnya.

Warga Dukuh Jonggrangan saling bersalam-salaman usai ikrar halal bihalal, Rabu (4/5/2022) pagi.

Sedang Kepala Desa (Kades) Wiro, Sinto mengapresiasi acara halal bihalal ini. Sebab, halal bihalal ini bisa untuk menjaga kerukunan dan kekompakan warga.

“Apalagi sudah dua tahun ini acara halal bihalal tidak diadakan. Sehingga halal bihalal kali ini menjadi moment yang membahagiakan sekali. Warga perantau dari seluruh Indonesia, dan bahkan dari mancanegara pulang ke Jonggrangan untuk merayakan Idul Fitri dan mengikuti halal bihalal,” tandasnya.

Sinto menambahkan, keguyuban masyarakat Dukuh Jonggrangan ini luar biasa. Dalam halal bihalal ini, semua warga berusaha untuk pulang kampung, agar bisa hadir dan dapat silaturahmi dengan warga lainnya.

“Kontribusi (sumbangan) warga perantau ini juga banyak sekali. Seperti untuk membantu pembangunan, kegiatan sosial, membantu warga miskin, anak yatim, dan sebagainya. Jadi, keberadaan warga perantau ini sangat bermanfaat bagi Dukuh Jonggrangan,” ungkapnya.

Warga Dukuh Jonggrangan menikmati kembul bujana pada acara halal bihalal, Rabu (4/5/2022) pagi.

Sementara itu Ustadz H Samijo dalam Hikmah Halal Bihalal mengajak hadirin untuk meningkatkan ibadah dan mengamalkan kegiatan yang baik.

“Mari kita lakukan kegiatan yang mendatangkan pahala. Kita sempatkan ibadah, agar kita dicukupkan dengan rasa hati yang senang. Karena nyawa itu gadungan, dan banda itu titipan. Hanya ibadah dan amal baik kita yang kelak akan menyelamatkan kita dari siksa neraka,” ucapnya.

Terkait, salah satu perantau, Agus Riyadi menambahkan, ada perkumpulan atau paguyuban yang mewadahi para perantau dari Dukuh Jonggrangan ini. Namanya Langgeng Makaryo.

“Perkumpulan ini untuk mewadahi niat baik, menghimpun ide, dan bahkan sampai ke pendanaan. Sebagian dana untuk membangun RW 11 Jonggrangan ini juga berasal dari sumbangan para perantau. Dan jumlahnya tidak sedikit. Perkumpulan juga memberikan santunan untuk kaum dhuafa, dan sebagainya,” terangnya.

Perwakilan perantau menyerahkan dana perantauan kepada pengurus Dukuh Jonggrangan, Rabu (4/5/2022) pagi.

Mantan Kades Wiro ini mengungkapkan, Perkumpulan Langgeng Makaryo kini sedang mengadakan penataan organisasi. Langgeng Makaryo juga ingin mewadahi para perantau dari luar Pulau Jawa. Ini dimaksudkan untuk lebih mengguyubkan dan membangun Dukuh Jonggrangan.

“Selama ini, Dukuh Jongrangan jadi barometer di bidang pembangunan atau kegiatan sosial lainnya di Desa Wiro. Dulu, Perkumpulan Langgeng Makaryo ini anggotanya dari warga RW 11 Dukuh Jonggrangan. Dan kini, warga sebelah utara, juga ikut bergabung dengan Perkumpulan Langgeng Makaryo,” jelasnya.

Acara halal bihalal Dukuh Jonggrangan ini berlangsung meriah.

Usai sambutan dan tausiyah, dilakukan penyerahan uang wajib (infak) dari panitia dan dana perantauan dari perwakilan perantau ke pengurus Dukuh Jonggrangan. Selanjutnya pembacaan ikrar halal bihalal dan bersalam-salaman.

Acara diakhiri dengan kembul bujana atau makan bersama atau makan bersama oleh mereka yang hadir. Sebelumnya, warga membawa berbagai makanan dari rumah yang dibawa dengan tenong dan wadah lainnya. Warga juga menyiapkan aneka minuman. Semuanya itu diberikan secara ikhlas untuk dinikmati bersama dalam acara halal bihalal tersebut.

Pos terkait