WartaKita.org – Persentase penduduk Provinsi Jawa Tengah pada kelompok usia 9 – 24 tahun mencapai 24 persen. Ini berarti bahwa jumlah remaja di Jawa Tengah hampir seperempat dari total penduduknya.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Nanik Budi Hastuti pada acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran (Grebeg Pasar) di Pasar Gabus, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Selasa (10/4/2018).
“Persentase remaja di Jawa Tengah ini cukup besar. Maka, Pemerintah perlu menyiapkan para remaja ini agar kelak menjadi generasi penerus yang berkualitas,” katanya.
Nanik Budi Hastuti menyatakan, pertambahan jumlah penduduk ini perlu dikendalikan. Dan salah satu caranya dengan mengatur jarak kelahiran.
“Kita perlu bersinergi dan bergerak bersama untuk menyukseskan program Keluarga Berencana ini. Karena program Keluarga Berencana ini merupakan pengejawantahan dari Program Nawacita Presiden Joko Widodo poin ke lima (yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat), serta sesuai dengan cita-cita RA Kartini,” ujarnya.
Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Klaten untuk terus berupaya mengendalikan jumlah penduduk.
“Mari, kita kendalikan jumlah penduduk. Bagaimanapun, dua anak itu lebih baik. Kalau yang sudah terlanjur (punya anak banyak), ya sudah,” ucapnya.
Tak hanya itu, Bupati Klaten juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu dan anak (AKI) di Klaten yang masih tinggi. Karena selama ini, angka stunting dan angka kematian ibu dan anak di Klaten menduduki peringat 10 besar di Jawa Tengah. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
“Saya mengajak jajaran Dinsos P3A KB (Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana), para dokter Puskesmas, bidan, kader Posyandu, dan sebagainya untuk menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu dan anak di Klaten yang masih tinggi. Sehingga kita bisa mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” harapnya.
Sementara itu, Ketua panitia peringatan Hari Kartini Kabupaten Klaten Surti Hartini dalam sambutan mengatakan, Grebeg Pasar ini merupakan program kerja Dinsos P3AKB Kabupaten Klaten dan untuk memperingati Hari Kartini. Grebeg pasar ini mengusung tema “Dengan semangat Kartini kita tingkatkan kualitas keluarga dalam menguatkan pendidikan karakter generasi penerus bangsa”.
Acara Grebeg Pasar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana. Usai berbagai sambutan, Bupati Klaten secara simbolis memberikan celemek kepada para ibu peserta KB. Selanjutnya, Bupati dan rombongan blusukan ke Pasar Gabus untuk mensosialisasikan program KB dan memberikan cinderamata berupa kaos dan celemek kepada pengunjung pasar.









