GRB Paroki Wedi Jadi Sarana Evangelisasi, Merubah Sampah Jadi Berkah

Acara ucapan terima kasih GRB Paroki Wedi kepada Keluarga Al Hartono atas penggunaan rumah sebagai basecamp GRB selama ini di Pemancingan Tirto Mili Pasung, Minggu (20/2/2022).

WartaKita.org – Keberadaan Gerakan Rumah Berkah (GRB) Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten sangat dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat.

Dengan mengusung konsep merubah sampah menjadi berkah, GRB Paroki Wedi telah berbuat banyak bagi sesama. Seperti memberikan sembako kepada mereka yang membutuhkan, memperbaiki rumah tidak layak huni, membuatkan WC, memplester lantai, dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu mengemuka pada acara ucapan terima kasih GRB Paroki Wedi kepada Keluarga Al Hartono (Untung) atas penggunaan rumah saudaranya sebagai basecamp GRB selama ini di Pemancingan Tirto Mili Pasung, Minggu (20/2/2022).

Base camp GRB Paroki Wedi ini berada di Dukuh Patran, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi.

Mewakili pegiat GRB Paroki Wedi, Antonius Asep Yunadi mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Al Hartono yang mana rumah saudaranya telah digunakan untuk base camp GRB selama ini.

“Kami berterima kasih, dan mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan selama ini. Kami berharap, para relawan tetap mau berpartisipasi dan terlibat. Dan kedepan, semoga semakin banyak umat yang tergerak hatinya untuk bergabung bersama GRB Paroki Wedi,” katanya.

Sebagai ungkapan terima kasih, maka GRB Paroki Wedi memberikan kenang-kenangan kepada Keluarga Al Hartono yang secara simbolis diberikan oleh Rama Emanuel Maria Supranowo, Pr.

“Dalam kesempatan ini, GRB Paroki Wedi memberikan kenang-kenangan berupa buah-buahan. Dan ternyata memang benar. Buah-buah dari (base camp GRB) Patran ini luar biasa. Berapa rumah yang sudah diperbaiki, berapa umat yang sudah terbantu, dan sebagainya. Karena itu, meski saat ini masih pandemi, kita diharapkan tetap menghasilkan buah-buah. Seperti bantuan sembako untuk umat yang terpapar Covid-19 dan melakukan isoman di rumah,” ujar rama.

Rama Emanuel Maria Supranowo, Pr memberikan kenang-kenangan kepada perwakilan Keluarga Al Hartono di Pemancingan Tirto Mili Pasung, Minggu (20/2/2022).

Sedang Ch Suyani mewakili pemilik rumah yang digunakan untuk base camp GRB Paroki Wedi mengatakan, rumah tersebut adalah milik adiknya yang tinggal di Ciledug. Dia hanya diserahi untuk menjaga, karena rumah itu memang belum dipakai.

“Maka dengan senang hati rumah itu kita tawarkan untuk base camp GRB Paroki Wedi. Semoga barang-barang rosok yang ditampung di base camp itu membawa berkah untuk banyak orang,” ucapnya.

Sementara itu Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr menyampaikan, kerelawanan itu bukan keterpaksaan. Maka dalam diri relawan dibutuhkan komitmen, kerelaan, dan kesetiaan.

“Dewan Paroki Wedi mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang terlibat. Karena disitu ada kehendak baik, ada kemurahan hati, perhatian, ide kreatif, dan sebagainya. Karena kita tidak hanya mencari dan menjual barang-barang rosok. Sebab kita memang bukan tukang rosok. Tetapi kita merubah sampah menjadi berkah,” tandas rama.

Rama Luhur menambahkan, GRB Paroki Wedi adalah gerakan yamg melibatkan banyak orang. Ada yang urun rosok, urun tenaga, dan lain-lain. Ada banyak tokoh umat dan masyarakat yang tergerak.

“Saya mengapresiasi GRB Paroki Wedi yang telah melakukan banyak hal untuk masyarakat. Kiprah GRB menjadi sarana evangelisasi, tetapi tidak jatuh ke kristenisasi. Ini yang harus kita jaga. GRB tetap jadi berkah bagi sesama,” pesan rama.

Pos terkait