WartaKita.org – Credit Union (CU) Kridha Rahardja menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 dan rapat anggota khusus perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) di gedung serbaguna Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada Minggu (23/2/2025).
RAT CU Kridha Rahardja kali ini mengusung tema “Mensyukuri aset pribadi dan komunitas anggota CU Kridha Rahardja”.
Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Rama Antonius Sumarwan, SJ menyampaikan, Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2024 ini membahas dan memutuskan pertama, Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2024 yang memuat perkembangan kondisi organisasi, laporan keuangan, dan perkembangan usaha KSP CU Kridha Rahardja. Kedua, Laporan Hasil Pengawasan tahun buku 2024 yang memuat hasil pengawasan berkala, hasil pengawasan tahunan, serta rekomendasi hasil pengawasan, dan hal lain terkait perkembangan organisasi. Ketiga, Penyampaian Program Kerja Tahun Buku 2025. Keempat, Penetapan Pengawas Antar Waktu. Kelima, Revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KSP CU Kridha Rahardja. Dan keenam, Penetapan Panitia Pemilihan Pengurus dan Pengawas (P4) untuk Kepengurusan dan Kepengawasan Periode 2026-2028.
Rama Sumarwan menjelaskan, RAT Tahun Buku 2024 ini mengusung tema “Mensyukuri Aset Pribadi dan Komunitas Anggota CU Kridha Rahardja”. Tema ini dimaksudkan untuk membantu setiap anggota agar dapat mulai menggali potensi atau asset pribadi dan komunitas mereka.
“Dengan mengenali dan mensyukuri aset-aset tersebut, diharapkan setiap anggota dan komunitas anggota memperoleh ide dan semangat untuk mengembangkannya demi peningkatkan kesejahteraan anggota CU Kridha Rahardja, baik melalui usaha individu maupun usaha bersama dalam komunitas pemberdayaan. Pada tahun 2025 ini, CU Kridha Rahardja akan melanjutkan komitmen untuk mendampingi usaha anggota baik secara individu maupun dalam bentuk kelompok,” kata rama.
Dosen Fakultas Ekonomi, Program Studi Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma (USD) ini menyatakan, pada tahun buku 2024 ini, CU Kridha Rahardja mulai menjalankan berbagai program pemberdayaan anggotanya dengan metode Asset Based Community Development atau ABCD.
“Asset Based Community Development (ABCD) adalah model pemberdayaan masyarakat yang menekankan pada pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh komunitas. Melalui program pemberdayaan berbasis ABCD ini diharapkan anggota dapat menggunakan potensi dan kekuatan yang dimiliki ini sebagai senjata ampuh untuk melakukan program pemberdayaan,” ujar rama.

Pada kesempatan itu, Pastor Jesuit Provinsi Indonesia ini mengatakan, ada sejumlah catatan baik yang berhasil dibukukan CU Kridha Rahardja pada tahun buku 2024. Dari sisi keanggotaan maupun keuangan, CU Kridha Rahardja terus tumbuh semakin sehat.
Pada tahun 2024 ini, masuk 494 orang baru sehingga total anggota CU Kridha Rahardja menjadi 4.473 orang. Aset pun tumbuh mencapai Rp42 milyar, simpanan Rp36 milyar dan pijaman Rp28 milyar, dengan rasio pinjaman lalai 3,48 persen, yang ideal menurut standar PEARLS.
Yang mengembirakan juga, pada tahun 2025 ini, CU Kridha Rahardja sudah berhasil menyelesaikan Kantor Pusat di Salatiga dengan dana Rp2 milyar lebih.
Skor Kepuasan Anggota pada 2024 ini meningkat menjadi 4,27 dari 4,15 pada tahun sebelumnya. Skor 4 berati anggota puas dan skor 5 anggota sangat puas.
“Saya yakin, apa yang telah kita raih ini akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan anggota,” tandas rama.
Pada tahun buku 2024 ini, CU Kridha Rahadja juga menjadi tuan rumah lokakarya pemberdayaan PUSKOPCUINA yang diikuti oleh sebagian besar CU anggota PUSKOPCUINA.
“Hal ini merupakan suatu kebanggaan yang patut disyukuri oleh CU Kridha Rahardja,” ucap rama.
Sedang Perwakilan Pengurus PUSKOPCUINA, Pendeta Lukas Eko Sukoco, M.Th dalam sambutan mengapresiasi kerja keras pengurus, pengawas, manajemen komite, kelompok inti, relawan, dan seluruh pihak yang telah mendukung jalannya CU Kridha Rahardja selama satu tahun terakhir.
“Berkat kerja sama dan dedikasi kita semua, CU Kridha Rahardja dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi anggotanya,” ungkapnya.
Komite KP 4 PUSKOPCUINA ini mengemukakan, ada sejumlah “prestasi” yang berhasil diraih CU Kridha Rahardja. Secara jumlah anggota, CU Kridha Rahardja mendapat peringkat ke 28 dari 46 CU dengan jumlah anggota 4.473 orang. Secara aset, CU Kridha Rahardja mendapat peringkat ke 34 dari 46 CU dengan asset Rp42.048.183.598.
Demikian juga secara keuangan, pinjaman beredar CU Kridha Rahardja mendapat peringkat ke 6 dari 46 CU sebesar 65.92 persen (dimana rasio idealnya 70-80 persen) dan pinjaman lalai berada pada peringkat ke 8 dari 46 CU dengan tingkat kelalaian mencapai 3,48 persen.
“Seperti namanya, Kridha Rahardja. Maka saya mengajak para anggota dan Abdi Sedulur untuk selalu bekerja sama, berbuat sesuatu, demi kesejahteraan bersama, untuk kedamaian hidup dan hati kita. Semoga kehadiran CU Kridha Rahardja dapat menjadi berkat bagi anggota dan sesama,” ucapnya.









