Gelar P5, SMKN 1 Kemusu Usung Tema Kearifan Lokal, Tampilkan Sedekah Desa

Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMKN 1 Kemusu diisi dengan Sedekah Desa atau Sedekah Bumi.

WartaKita.org – Kurikulum Merdeka yang diterapkan pada Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia adalah salah satu bagian atau cara bagaimana menjawab tantangan budaya yang berkembang akhir-akhir ini.

Dan untuk menjawab tantangan global, terutama komponen yang berkaitan erat dengan kebhinnekaan global, serta bertujuan untuk membangun karakter pelajar Indonesia, maka sekolah mengadakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5.

Bacaan Lainnya

Hal ini sesuai dengan harapan bahwa pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai – nilai Pancasila.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negri 1 Kemusu, Kabupaten Boyolali, Dhian Kristiana menyampaikan, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila perlu digiatkan di sekolah-sekolah.

“Karena hal ini selaras dengan pandangan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yakni: Perlulah anak-anak (Taman Siswa) kita dekatkan hidupnya kepada peri kehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki pengetahuan saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat mengalaminya sendiri dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya,” katanya.

Dhian Kristiana menambahkan, selain itu, pendidikan juga perlu memperhatikan adanya faktor internal yang berkaitan erat dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia. Dan juga perlu memperhatikan faktor eksternal yang berupa konteks kehidupan serta tantangan bangsa Indonesia di abad ke 21 yang menghadapi masa revolusi Indonesia 4.0, dan bahkan sudah memasuki masa revolusi Industri 5.0.

“Hal ini membutuhkan sikap dan tekad serta jiwa pelajar Pancasila yang berkarakter unggul serta cepat dalam menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Dhian Kristiana menyatakan, sesuai dengan dimensi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berkebhinnekaan global, maka Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif saja.

“Tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus sebagai warga dunia,” tandasnya.

Selaras dengan penguatan jati diri bangsa yang berkebhinnekaan global, maka SMKN 1 Kemusu sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional, turut berperan serta bagaimana mensukseskan Program P5 ini ke para pelajar dengan mengambil tema “Kearifan Lokal”.

Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMKN 1 Kemusu dimeriahkan dengan penampilan seni tari.

SMKN 1 Kemusu mengambil tema Kearifan Lokal ini sebagai wujud kecintaan akan budaya daerah lokal setempat. Karena kearifan lokal ini masih tumbuh subur pada kegiatan masyarakat di daerah sekitar SMKN 1 Kemusu yang melakukan Sedekah Desa atau Sedekah Bumi.

Tema Kearifan Lokal dengan topik Sedekah Desa ini merupakan wujud dan usaha SMKN 1 Kemusu dalam melestarikan dan nguri-uri budaya daerah atau adat yang turun – temurun dari jaman nenek moyang dari berbagai tantangan dan gempuran budaya luar yang luar biasa ini. Maka diharapkan, para pelajar tidak hilang rasa memiliki budaya daerah sendiri yang unik dibandingkan budaya-budaya bangsa lain.

Dari berbagai pertimbangan tersebut dan juga beberapa masukan tentang kearifan lokal ini, maka pelajar diharapkan mengetahui secara umum apa itu kearifan lokal dengan topik Sedekah Desa.

Adapun pengertian kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Pandangan hidup ini biasanya adalah pandangan hidup yang sudah berurat akar menjadi kepercayaan orang-orang di wilayah tersebut selama puluhan bahkan ratusan tahun.

SMKN 1 Kemusu dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dhian Kristiana serta Koordinator P5, Hendri Lasmyastuti, Muhammad Irvan,dan Tanti Hartati ditugaskan untuk merancang kegiatan P5 yang bertema Kearifan Lokal dengan topik Sedekah Desa.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 hari, baik dilakukan di dalam  sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan P5 ini dimulai hari Kamis tanggal 10 Agustus 2023 sampai hari Rabu tanggal 16 Agustus 2023.

Adapun urutan kegiatannya adalah sebagai berikut :

  1. Hari pertama, Kamis, 10 Agustus 2023, para siswa diarahkan untuk memahami materi secara umum tentang kearifan lokal dan materi khusus tentang sedekah desa yang dipandu guru pengampu jam ke 1 sampai jam ke
  2. Hari kedua, Jumat 11 Agustus 2023, para siswa diarahkan untuk mengikuti kegiatan ‘Belajar bersama Guru Tamu’. Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala SMKN 1 Kemusu, Anggara Budi Laksana. Setelah sambutan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang berkaitan dengan semua hal tentang kearifan lokal.

Pemateri didatangkan dari tokoh daerah sekitar SMKN 1 Kemusu yakni Mukmin HS selaku narasumber budaya daerah terutama topik Sedekah Desa atau Bersih Bumi. Dari pemaparan narasumber dijelaskan tentang budaya yang berasal dari Bahasa Sansekerta yakni Budhayah yang artinya budi atau akal sehat.

Pada kesempatan ini, para siswa ketika ditanya oleh narasumber, ternyata hampir 100 persen siswa masih menjalankan Sedekah Desa. Selain itu, juga dijelaskan tradisi dan adat Desa Kemusu dan sekitarnya.

Pemateri memberikan contoh tradisi Sedekah Desa yang ada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali yang mengadakan tradisi unik yakni Kirab 1000 tumpeng. Berkaca dari hal tersebut, maka kewajiban manusia terutama para siswa SMKN 1 Kemusu untuk melestarikan keutuhan atau keindahan bumi. Dijelaskan, bumi berarti lemah, siti, bantolo dalam Bahasa Jawa. Adapun isi dari Sedekah Desa adalah bentuk rasa syukur masyarakat petani karena diparingi atau diberi panen yang melimpah.

Narasumber memaparkan tujuan dari sedekah desa/sedekah bumi antara lain:

  1. Merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Merupakan alat atau sarana silaturahmi antar masyarakat
  3. Memupuk rasa tali persaudaraan
  4. Gotong royong saling memahami sehingga persatuan menjadi kokoh.

Narasumber juga menjelaskan bahwa tradisi sedekah desa jangan dicampuradukkan dengan ajaran agama, apalagi klenik tertentu. Pada kegiatan ini diajarkan tentang kearifan lokal dimana arif berarti wicaksono, bijaksana.

Mukmin HS mengajarkan yel-yel tentang Sedekah Desa, yakni “Jipak e Jipak e , Jipak e Jipak e, O Ho o, O h o o, Yaa! Dan juga slogan: Puncarane Bangsa Awit Saking Luhuring Budaya.

Hal-hal baru tersebut jelas membuka wacana baru bagi para siswa SMKN 1 Kemusu dalam mengenal, memahami apa itu Sedekah Desa. Apalagi siswa-siswa SMKN 1 Kemusu secara umum merupakan Generasi Z yang belum mengenal tradisi yang sudah mengakar di lingkungannya.

Setelah mendengarkan penjelasan narasumber ternyata pada saat sesi tanya jawab mereka sangat antusias bertanya tentang Sedekah Desa. Antara lain: “Apa saja isi gunungan? Bagaimana cara agar Sedekah Desa tidak hilang? Manfaat Sedekah Desa apa saja? Sedekah Desa itu dilaksanakan di bulan apa? dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan kritis lainnya. Dari sini membuktikan betapa mereka sangat antusias tentang budaya daerah sendiri. Setelah melakukan serangkaian tanya jawab dan diskusi, maka kegiatan ditutup dengan membawa lembar kerja sebagai tugas kelompok masing-masing pada kegiatan observasi yang bisa langsung hari itu dan dilanjutkan hari ke 3, dan hari ke 4  di luar jam sekolah.

  1. Hari kelima, Senin tanggal 14 Agustus 2023, pada kegiatan ini, siswa belajar bagaimana tata cara atau urutan Sedekah Desa dan bermain peran (role play).
  2. Hari keenam ,Selasa tanggal 15 Agustus 2023, kegiatannya adalah mempraktekkan cara membuat gunungan, sarangan dan latihan kreasi seni yang mendukung Sedekah D
  3. Hari ketujuh adalah Aksi Nyata Siswa dengan melakukan karnaval Gunungan dimana ada 21 Gunungan yang diarak. Gunungan ini berasal dari 7 kelas dari jurusan Pemasaran (P) sebanyak 6 gunungan dari 2 kelas, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebanyak 12 gunungan dari 4 kelas, dan Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) sebanyak 3 gunungan dari 1 kelas.
Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMKN 1 Kemusu dimeriahkan dengan penampilan siswa yang mengikuti pencak silat.

Rute karnaval gunungan dimulai dari halaman SMKN 1 Kemusu kemudian diarak mengelilingi desa sekitar SMKN 1 Kemusu.

Kegiatan karnaval atau pawai gunungan ini dirayakan dengan puncaknya adalah penampilan pentas seni yang didukung penuh oleh beberapa guru dari Mata Pelajaran Seni Budaya, dan ekstra tari, ekstra hadroh dan juga kreasi seni yang dari para siswa – siswi, bernyanyi, dan penampilan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang berasal dari gabungan dari persatuan Pencak Silat PSHW, PSHT, Pagar Nusa, dan Kera Sakti.

Dari penampilan ini merupakan wujud persatuan dari berbagai unsur yang sangat membanggakan dan luar biasa. Guru dan siswa telah menunjukkan adanya team teaching atau mengajar kolaboratif serta bentuk team learning atau belajar berkolaborasi.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat link di IG SMK N 1 Kemusu :https://www.instagram.com/p/CwFQXkwSWG8/?igshid=NjIwNzIyMDk2Mg

Dari kegiatan P5 ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka diharapkan membawa paradigma baru dalam Dunia Pendidikan Indonesia. Melalui ajang P5 atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diharapkan dapat menjawab tantangan budaya dunia terutama pada dimesi Kebhinnekaan Global dari gempuran budaya luar.

Pelajar Indonesia diharapkan tetap kokoh berpegang teguh pada budaya Indonesia. Hal ini sesuai dengan visi dan misi SMKN 1 Kemusu yaitu Unggul, Berkarakter, dan Berbudaya Industri.

Pos terkait