Research Group Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Ekonomi FKIP UNS Adakan Workshop “Implementasi Deep Learning Pada Pembelajaran Ekonomi” Kepada Guru MGMP Ekonomi Di Boyolali

Peserta dan narasumber berfoto bersama di sela Workshop “Implementasi Deep Learning Pada Pembelajaran Ekonomi" bagi Guru Ekonomi di Kabupaten Boyolali yang diadakan di Aula SMA Negeri 1 Boyolali pada Kamis (19/6/2025).

WartaKita.org – Research Group Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah menyelenggarakan Workshop “Implementasi Deep Learning Pada Pembelajaran Ekonomi” bagi Guru Ekonomi di Kabupaten Boyolali” yang diadakan di Aula SMA Negeri 1 Boyolali pada Kamis (19/6/2025).

Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning dalam pembelajaran ekonomi di sekolah menengah.

Bacaan Lainnya

Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning ini mempunyai 3 pilar yaitu Mindful Learning, Joyful Learning, dan Mindful Learning yang merupakan pendekatan pembelajaran baru dalam Kurikulum Merdeka.

Istilah ini sering disalahartikan oleh sebagian besar guru sebagai pengganti Kurikulum Merdeka, sehingga hal ini perlu diluruskan dengan memberikan pemahaman melalui workshop implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran ekonomi kepada para Guru Ekonomi.

Kegiatan diawali pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu doa bersama.

Acara berikutnya adalah sambutan. Sambutan yang pertama dari Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Boyolali, Bambang Prihantoro, S.Pd., M.M. Sambutan kedua dari Ketua Koordinator Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Kabupaten Boyolali, Drs. Ismawanto. Sambutan ketiga dari Ketua MGMP Ekonomi Kabupaten Boyolali, Muhsidi, S.Pd., M.Pd. Dan sambutan terakhir dari Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS, Feri Setyowibowo, Ph.D.

Kegiatan workshop diisi oleh 3 pemateri, yaitu Prof. Dr. Trisno Martono yang menjelaskan materi terkait konsep Deep Learning, Dr. Sudarno, M.Pd yang menyampaikan materi terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Deep Learning, dan Dr. Mintasih Indriayu, M.Pd, yang mensimulasikan pendekatan Deep Learning dalam materi teori produksi.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi. Lalu, penyampaian kesan pesan oleh Ketua MGMP Ekonomi Boyolali, dan ditutup oleh MC.

Research Group Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Ekonomi UNS Surakarta menyelenggarakan Workshop “Implementasi Deep Learning Pada Pembelajaran Ekonomi” bagi  Guru Ekonomi di Kabupaten Boyolali yang diadakan di Aula SMA Negeri 1 Boyolali pada Kamis (19/6/2025).

Ketua Tim Research Group Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Ekonomi (UNS) Surakarta, Dr. Muhammad Sabandi, M.Si mengatakan, workshop ini berjalan lancar dan interaktif.

Sedang Ketua MGMP Ekonomi Boyolali Muhsidi, S.Pd., M.Pd menyatakan, workshop ini dapat memberikan kemajuan bagi pembelajaran Ekonomi SMA di Boyolali.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada tim karena telah melaksanakan workshop ini. Harapannya, workshop ini dapat memberikan kemajuan pada pembelajaran Ekonomi SMA di Boyolali,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapatkan tanggapan yang positif dari para guru peserta pelatihan.

“Workshop ini memberikan pemahaman baru bagi kami guru-guru ekonomi yang hadir. Konsep dalam deep learning ternyata sangat aplikatif untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Terima kasih bapak dan ibu narasumber yang telah memberikan ilmunya dalam workshop ini,” kata Ismi Sholikhatun, M.Pd, salah satu peserta workshop.

Peserta lainnya juga mengemukakan bahwa workshop ini sangat menarik dan bermanfaat.

“Harapannya workshop ini dapat terus dilaksanakan secara berkala, agar para guru dapat terus mengembangkan diri sesuai perkembangan zaman,” harap peserta.

Research Group Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Ekonomi FKIP UNS berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program pengabdian masyarakat berbasis keilmuan dengan terus mendampingi para guru Ekonomi, baik di wilayah Boyolali maupun Indonesia secara luas, guna meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

Pos terkait