Dukung Desa Agrowisata, Pengantin Baru Di Pasung Wajib Tanam Pohon

Pasangan pengantin baru, Ivan Saputra dan Winda Ayu Prasetyaningsih menanam bibit pohon buah di lokasi Desa Agrowisata Pasung pada Kamis (11/11/2021) pagi.

WartaKita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten mempunyai program Desa Agrowisata untuk mengembangkan potensi yang ada dan menyejahterakan masyarakat setempat.

Karena itu, untuk mendukung program Desa Agrowisata tersebut, setiap pengantin baru di Desa Pasung wajib menanam pohon buah di lokasi yang telah ditentukan.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan pasangan pengantin baru, Ivan Saputra (24) dan Winda Ayu Prasetyaningsih (21) pada Kamis (11/11/2021) pagi.

Usai melakukan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wedi pada pukul 08.00 WIB, keduanya lalu menuju ke lokasi Desa Agrowisata Pasung untuk menanam pohon buah.

Sekadar diketahui, pengantin laki-laki, Ivan Saputra ini adalah putra dari pasangan Hadi Wiyono dan Warsini, warga Dukuh Muruh Kidul, Desa Muruh, Kecamatan Gantiwarno. Sedang pengantin perempuan, Winda Ayu Prasetyaningsih adalah putri dari pasangan Kontet Hariyanto dan Winarti, warga Dukuh Karangan, Desa Pasung, Kecamatan Wedi.

Pagi itu, pasangan pengantin baru ini rela berhujan-hujanan untuk menanam bibit pohon Nangka di lokasi Desa Agrowisata. Penanaman pohon ini merupakan sebuah kearifan lokal yang wajib dilaksanakan oleh pasangan pengantin baru di Desa Pasung.

Saat itu, Ivan Saputra dengan pakaian jas dan peci hitam bersama Winda Ayu Prasetyaningsih yang mengenakan busana pengantin warna putih ini nampak begitu antusias melaksanakan “kewajiban” mereka.

Ivan mencangkul untuk menanam bibit pohon Nangka. Sedangkan Winda membantu suaminya dengan memegangi bibit pohon Nangka agar posisinya pas saat ditanam. Ikut menyaksikan penanaman pohon ini, yaitu rombongan pengantin laki-laki dan perempuan, serta Kepala Desa (Kades) Pasung Sumarsono “Ambon”.

Mereka ingin, di hari yang “bersejarah” itu, apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi lingkungan dan sesamanya.

“Kami menanam pohon Nangka ini untuk kenang-kenangan. Untuk cerita di masa mendatang. Kami akan terus memantau pohon Nangka ini hingga besar dan berbuah. Kami ingin mencicipi buahnya juga,” kata Ivan Saputra.

Sedang Winda Ayu Prasetyaningsih mengatakan, menanam bibit pohon Nangka ini menjadi bagian dari cara merayakan pernikahannya. Selain itu, juga untuk memenuhi kewajiban sebagai warga Desa Pasung. Karena di Pasung ini terdapat kewajiban bagi pengantin baru untuk menanam bibit pohon buah-buahan, seperti buah nangka.

“Kami merasa senang dapat menanam pohon Nangka di hari ini. Kami akan terus memantau tanaman yang sudah kami tanam ini. Kami berharap, semoga desa saya semakin maju ke depannya,” ujar Winda Ayu Prasetyaningsih.

Pasangan pengantin baru, Ivan Saputra dan Winda Ayu Prasetyaningsih berfoto bersama Kades Pasung Sumarsono “Ambon”, Kamis (11/11/2021) pagi.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Pasung Sumarsono “Ambon” menyatakan, di Desa Pasung ada “kewajiban” bagi pengantin baru untuk menanam bibit pohon buah di lokasi Desa Agrowisata. Hal ini berdasarkan keputusan bersama pada Musyawarah Desa (Musdes) Pasung tahun 2019. Musdes ini dihadiri Perangkat Desa, BPD, Ketua RT, Ketua RW, dan lainnya.

“Di Desa Pasung sudah ada keputusan bersama bahwa setiap warga yang menikah diwajibkan menanam pohon buah-buahan (di lokasi Desa Agrowisata). Kebetulan, hari ini, Winda Ayu Prasetyaningsih dan Ivan Saputra ingin menanam sendiri. Maka kami hanya menunjukkan (menyiapkan) lokasinya. Kalau pengantin yang lain, ada yang menitipkan (bibit pohon buah) ke kami untuk dibantu penanamannya,” jelas Kades Pasung.

Kades Sumarsono menjelaskan, penanaman pohon buah yang dilakukan para pengantin di Pasung ini dalam rangka mendukung program Desa Agrowisata di desa setempat. Sampai sekarang, sudah ada lebih dari 1.000 tanaman buah di Desa Agrowisata.

Ribuan tanaman buah-buahan itu ditanam sejak empat tahun terakhir. Di antaranya seperti Belimbing, Nangka, Kelengkeng, Jambu Air, dan lainnya.

“Saat ini sudah berlangsung musim hujan. Waktu yang tepat untuk menanam. Karena perawatan tanaman jadi lebih mudah. Semua tanaman yang ditanam ini untuk mendukung program Desa Agrowisata,” tandas Ambon.

Pos terkait