DPC ISKA Klaten Adakan PPKD Cakrabuana #2 Di Lereng Merapi, Siapkan OMK Jadi Garam dan Terang Dunia

Para peserta Pelatihan Pengembangan Diri dan Kepemimpinan Dasar Cakrabuana bacth #2 berfoto bersama di Bumi Perkemahan Omah Ijo, Kawasan Wisata Deles Indah, Minggu ( 9/7/2023).

WartaKita.org – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kabupaten Klaten kembali menggelar Pelatihan Pengembangan Diri dan Kepemimpinan Dasar  (PPKD) Cakrabuana (CB) bacth #2 di Bumi Perkemahan Omah Ijo, Kawasan Wisata Deles Indah, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten dari Kamis sampai Minggu (6 – 9/7/2023).

PPKD Cakrabuana Bacht #2 ini diikuti 25 Orang Muda Katolik (OMK) dengan rincian 15 kaki-Laki dan 10 perempuan. Mereka berasal dari Paroki Bayat, Gondangwinangun, Jombor, Ketandan, Klaten, Wedi, Baciro, Bantul, dan Muntilan.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan PPKD CB bacth 1, dan sesuai masukan para Rama Paroki Rayon Klaten agar berlokasi di Klaten supaya exposure (paparan)-nya lebih relevan, maka panitia penyelenggara memutuskan, PPKD CB batch 2 diadakan selama 4 hari 3 malam di Bumi Perkemahan Omah Ijo, Kawasan Wisata Deles Indah.

Untuk diketahui, Bumi Perkemahan ini dikelola Kelompok Tani Hutan Desa Sidorejo, Deles Indah dengan Ketua Sukiman. Lokasi ini benar-benar berada di dekat Kawah Gunung Merapi. Tempat ini dipandang tepat. Selain medannya penuh tantangan, juga berhawa dingin, sangat sesuai dengan jiwa anak-anak muda yang dinamis.

Ketua DPC ISKA Kabupaten Klaten, Ignasius Suprih Sudrajad menyampaikan, DPC ISKA Klaten memprogramkan bisa mengadakan PPKD Cakrabuana minimal 2 kali pada tahun 2023 ini. Dengan pertimbangan terdorong oleh imbauan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia hanya mempunyai waktu singkat  15 tahun dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi, yakni membanjirnya angkatan usia produktif.

“Maka OMK Klaten sebagai bagian dari rakyat Indonesia harus dipersiapkan agar bisa menjadi Garam dan Terang. Jumlah kecil, tapi memberi rasa, jumlah kecil, tapi bisa menerangi. Apalagi di tahun depan, yaitu di bulan Februari akan dilaksanakan Pemilu serentak. Dimana menurut data KPU, ada 50 persen pemilih di usia di bawah 40 tahun. Sehingga OMK perlu diberikan pembelajaran supaya sadar akan hak-hak politiknya sebagai warga negara,” katanya.

Drajad menyatakan, Klaten Raya dengan 10 Paroki dan 1 Stasi merupakan ladang anggur yang besar, yang memerlukan pekerja-pekerja penggarap yang bersedia total menggarap ladang untuk menghasilkan panenan-panenan anak muda yang unggul sebagai umat Katolik dan sebagai warga negara Indonesia.

Para peserta Pelatihan Pengembangan Diri dan Kepemimpinan Dasar Cakrabuana bacth #2 saat berdiskusi kelas.

Sedang Sekretaris DPC ISKA Kabupaten Klaten, C Andri Wahyu Dewanto mengatakan, PPKD CB#2 ini mendasarkan pada Spiritualitas Katolik dengan implentasi 10 Butir Pemimpin dengan mengkhususkan pada Butir #1, yakni “Energi mengikuti Imaginasi” dan butir ke #9 “Mau walupun sukar, justru karena sukar”. Peserta didorong punya imaginasi besar untuk cita-cita hidupnya, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan dan kesukaran-kesukaran yang akan dihadapi.

Dengan perjalanan ke lokasi yang tidak mudah karena ada jalan yang rusak, dengan cuaca yang dingin dan tidurdi tenda di alam bebas, peserta dibekali materi spiritualitas Katolik dan materi kepemimpinan. Ini diharapkan bisa menghayati spirit sebagai murid Yesus Kristus yang mau menyangkal diri atau Ajere Contra, sebagai calon-calon pemimpin masa depan sebagai penggerak Gereja dan masyarakat.

Sebagai bagian dari pelatihan ansos (analisa sosial), para peserta diutus berdua-dua untuk mengalami kehidupan masyarakat Desa Sidorejo (Deles) dengan live in di kampung-kampung di lereng Gunung Merapi dalam waktu setengah hari.

Para peserta yang terbagi dalam 12 kelompok ini live in bersama 12 keluarga berbeda untuk bertani, beternak, mencari pasir di Kaliworo, diajak membuat kopi Petruk, bahkan mencari rumput untuk makanan ternak.

“Melalui live in tersebut diharapkan para peserta mengalami sapaan dan cinta Tuhan dengan situasi yang berbeda-beda, yang kemudian mereka sharing berdua-dua saat kembali ke basecamp. Sapaan Tuhan yang unik itu memperkaya para peserta dalam hal spiritual, dan sekaligus realitas tentang ke-Indonesiaan melalui dinamika yang mereka alami,” terangnya.

Andri menambahkan, nila-nilai keraifan lokal juga disampaikan dalam sesi kelas oleh Sukiman, seorang tokoh masyarakat setempat yang juga aktivis kebencanaan.

Dalam kesempatan itu Sukiman mengemukakan, Gunung Merapi tidak pernah ingkar janji, karena ada siklus letusan. Gunung Merapi menampilkan sebagai kekuatan absolut dan menakutkan, tiada yang bisa melawan letusannya. Tetapi Gunung Merapi juga memberikan kehidupan dengan memberi kesuburan tanah, keindahan alam. Ada 2 kuasa, yakni kuasa absolut dan kuasa penyelenggaraan.

Para peserta Pelatihan Pengembangan Diri dan Kepemimpinan Dasar Cakrabuana bacth #2 mengikuti Game Ular Tangga Pancasila.

Dari apa yang disampaikan Sukiman ini peserta diajak menyadari dan menemukan Tuhan di desa-desa di lereng Gunung Merapi. Ada yang menakutkan dari ancaman letusan Gunung Merapi, tetapi ternyata juga ada Kasih Tuhan. Para peserta juga bisa belajar cara survive (bertahan hidup) dari penduduk yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Ancaman letusan bukan untuk dilawan, tetapi dihidupi. Mau karena sukar, justru karena sukar.

“Pembelajaran kearifan lokal penduduk di lereng Gunung Merapi ini akan memotivasi peserta menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah menghadapi segala tantangan sebagai Kader Gereja dan Kader Bangsa,” harapnya.

PPKD Cakrabuna #2 ini menghadirkan sejumlah pembicara. Diantaranya Ketua Presidium Pusat ISKA, Dr Lucky Yusgiantoro yang memberikan materi tentang Ketahanan Energi dan Energi Hijau, energi masa depan. Kemudian praktisi pendidikan Dr Kurnia Setiawan, konsultan dari Jakarta dengan materi Enneagram untuk mengetahui  roh (soul) yang bekerja dalam diri setiap peserta pelatihan dan Game Ular Tangga Pancasila yang merupakan pembelajaran Pancasila ala millenial.

Dalam sesi Spiritualitas Katolik diajarkan oleh Rama Dr Ir Andreas Sugijopranoto, SJ (Direktur ATMI Solo). Sedang untuk materi Kader 100  persen Katolik dan 100 persen Indonesia diberikan oleh Dr Y Nanang Marjianto (Direktur PT Sucofindo). Sementara materi Politik dan Pemilu oleh Eko Prasetyo (Anggota DPRD Klaten). Peserta juga dibekali materi Kewirausahaan oleh Dipta Sulistyanto, MBA untuk membangun jiwa kemandirian finansial.

Para pembicara sebagian besar tinggal di luar Klaten dan super sibuk. Tetapi mereka mau bersusah-susah hadir di Deles Indah Klaten. Ini membuktikan bahwa kecintaan dan kepedulian mereka terhadap anak-anak  muda Katolik sebagai kader Gereja dan Kader Indonesia.

Di sesi akhir dihadirkan, Kabid Pewartaan Paroki Klaten, FX Pardiman, Kabid Pelayanan Kemasyarakatan Paroki Ketandan, A Alfrid Mariyanto, serta Kabid Pewartaan Paroki Wedi, Antonius Yunianto untuk memberi dorongan moral dan sharing tugas-tugas pelayanan di Paroki dan masyarakat.

Pos terkait