WartaKita.org – Petani di Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten belakangan ini resah karena tanaman padi mereka diserang hama tikus. Akibat serangan hama tikus ini, petani merugi karena mengalami gagal panen.
Kepala Desa Jurangjero Ali Murtono mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan, serangan hama tikus sudah mencapai 12 hektar. Akibatnya, petani mengalami gagal panen. Dan untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama tikus ini, petani setempat sudah melakukan gropyokan tikus dan memasang rumah burung hantu sebagai predator hama tikus.
“Setidaknya, sudah 28 rumah burung hantu yang dipasang beserta burungnya. Namun karena serangan hama tikus ini cepat berkembang biak, maka petani mengalami kewalahan,” katanya.
Kades Ali Murtono menjelaskan, kemunculan hama tikus ini tidak terduga sebelumnya. Karena serangan hama tikus terakhir terjadi pada tahun 2012 lalu. Serangan hama tikus waktu itu sangat ganas, sehingga petani perlu melibatkan anggota TNI untuk membasmi tikus dengan gropyokan.
“Selain menyerang tanaman padi, tikus juga menyerang tanaman palawija seperti mentimun. Tikus menyerang bagian batang padi sehingga padi mengalami kerusakan cukup parah menjelang masa panen,” ujarnya.
Ali Murtono menyatakan, pihak Pemerintah Desa akan melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pertanian Kabupaten Klaten agar dilakukan pencegahan dini di lahan petani. Sehingga setelah ditemukan serangan hama tikus dapat segera ditangani agar tidak meluas.
“Penanganan serangan hama tikus ini hanya bisa dilakukan petani bersama dinas terkait. Sebab tikus itu memiliki mobilitas tinggi, sulit dibasmi, dan dapat berkembang biak secara cepat,” terangnya.









