Dibungkus Daun Pisang, Gatot Dan Tiwul Mbah Welas Punya Aroma Dan Rasa Khas

Mbah Welas sudah berjualan gatot dan tiwul selama 40 tahun.

WartaKita.org – Gatot dan tiwul merupakan salah satu makanan khas dari Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kini, tiwul dan gatot menjadi makanan bagi semua kalangan. Jajanan tradisional ini ternyata mampu menarik banyak orang dan makin diburu bagi mereka yang belum mengenalnya.

Bacaan Lainnya

Mbah Welas adalah seorang penjual gatot tiwul yang sudah berjualan 40 tahun lamanya. Ia tinggal di daerah Jalan Godean. Untuk berjualan, ia berangkat dari rumahnya pukul 06.00 pagi.

Mbah Welas menjajakan dagangannya di kawasan Pasar Senen yang beralamat di Jalan Jogonegaran Ngampilan, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Ia berjualan dari sebelum menikah hingga saat ini sudah memiliki 3 anak, dan bahkan cucu.

Tidak hanya berjualan gatot dan tiwul saja, Mbah Welas juga berjualan cenil, ketan, lupis dan getuk. Gatot, tiwul, ketan, lupis, getuk dan cenil ini biasanya dibungkus dengan daun pisang. Sehingga makin memberikan efek aroma khas yang natural pada setiap jajanan yang dibungkus.

Sebungkus gatot tiwul dibandrol dengan hargai Rp3.000. Harga yang cukup murah meriah.

Pos terkait