WartaKita.org – Peresmian rehab gedung Kantor Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten yang sumber dananya dari bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Plh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermasdes Dukcapil) Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholis pada Sabtu (28/1/2023) malam.
Kepala Desa (Kades) Plawikan Lilik Ratnawati dalam sambutan menyampaikan, sebagaimana tercantum dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kepala Desa adalah menyelenggarakan tata kelola Pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan sesuai kewenangan desa, dan pemberdayaan masyarakat.
“Nah, dalam hal upaya pemberdayaan masyarakat desa pasca pandemi Covid 19, maka Pemerintah Desa Plawikan melakukan terobosan dengan dua kegiatan pokok, yaitu Plawikan Sehat Ekonomi Menggeliat dan Lomba Ketahanan Pangan,” katanya.
Lilik Ratnawati menjelaskan, kegiatan Plawikan Sehat Ekonomi Menggeliat ini dilakukan rutin setiap bulan di Taman Desa Plawikan. Kegiatan diisi dengan senam sehat bersama, pertunjukan aneka kreatifitas seni warga tiap RW untuk menghilangkan kejenuhan, menjaga kebugaran, serta aneka jajanan kuliner.
Pemerintah Desa sengaja tidak menyiapkan snack dan minuman karena ingin memberikan kesempatan pada warga Desa Plawikan dari tiap RW untuk berjualan aneka jajanan kuliner. Ini bertujuan untuk menggeliatkan ekonomi warga pada kerumunan massa yang sengaja diciptakan.
“Sambutan warga amat antusias. Karena kegiatan ini sebagai alternatif atau pengganti suasana untuk wisata keluarga keluar daerah. Warga cukup jajan aneka kuliner yang mudah, murah, sambil berjoget atau menyaksikan aneka kreatifitas seni warga di Taman Desa Plawikan,” ujarnya.
Lilik menambahkan, kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya adalah Lomba Ketahanan Pangan. Hal ini sebagai pelaksanaan amanat Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 yang menyebutkan bahwa 20 persen anggaran Dana Desa wajib untuk ketahanan pangan.
Dalam hal ketahanan pangan, Pemerintah Desa Plawikan sudah mengawalinya sejak Januari 2022, yang dikemas dalam bentuk Lomba Ketahanan Pangan Tingkat RT Desa Plawikan. Kegiatan ini diawali dengan pemberian bantuan aneka bibit dan benih sayuran dan ternak ayam 3 ekor per RT dan dinilai 3 kali dalam satu tahun.
“Kegiatan ini mendapat sambutan yang positif dari warga tingkat RT. Karena mereka bisa mengurangi pengeluaran harian untuk pembelian berbagai jenis sayuran yang bisa dipanen secara harian, mingguan maupun bulanan,” terangnya.

Kades Plawikan menyatakan, kegiatan Ketahanan Pangan Desa Plawikan ini menjadi obyek dan sasaran lokasi pembelajaran bagi 50 orang mahasiswa pascasarjana STPMD-APMD Yogyakarta pada bulan Oktober 2022.
Menurutnya, kunjungan mahasiswa pascasarjana dari Perguruan Tinggi tersebut sangat menyemangati warga tiap RT, khususnya nominator 10 RT sebagai kandidat juara. Ini mengingat Pemerintah Desa Plawikan menyediakan hadiah lomba Ketahanan Pangan tahun 2022 sebesar Rp25 juta.
“Dampak positif kegiatan ini adalah masyarakat Desa Plawikan menjadi sangat familier dengan kalimat ketahanan pangan. Karena mereka membuat, melakukan, dan merasakan manfaatnya. Sekaligus etos dan semangat gotong royong warga saling terjaga,” ungkapnya.
Kades mengungkapkan, masyarakat Desa Plawikan sangat paham dengan Program Gubernur Jawa Tengah ketika pandemi Covid19 merebak, yaitu Satgas Jogo Tonggo pada tahun 2020.
“Kebetulan, ketika diadakan lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah, Desa Plawikan meraih Juara Harapan l. Atas raihan prestasi ini setidaknya memberikan motivasi positif bagi warga Desa Plawikan dalam menyikapi pandemi yang tidak boleh pasrah dengan keadaan,” paparnya.
Lilik mengemukakan, dalam hal pembangunan sesuai kewenangan desa, Kepala Desa yang didukung BPD Plawikan mengajukan permohonan bantuan kepada Gubernur Jawa Tengah dari pos anggaran Bantuan Keuangan Sarana Prasarana Pemerintah Desa Provinsi Jateng Tahun 2022. Ini karena Desa Plawikan tidak mendapat bantuan keuangan dari APBD Kabupaten Klaten tahun 2022 dan 2023 untuk pembangunan maupun pemberdayaan.
“Alhamdulilah, Bapak Gubernur Jawa Tengah merespon dan mengalokasikan Bantuan Keuangan Sarana Prasarana Pemerintah Desa tahun 2022 dengan nominal amat besar, yaitu Rp800 juta untuk empat titik lokasi, atau masing-masing titik sebesar Rp200 juta,” ungkapnya.
Lilik memaparkan, bantuan keuangan ini dialokasikan untuk satu, pembangunan talud pada tanah kas desa yang rawan longsor di utara Dukuh Karangasem. Dua, pengaspalan jalan desa dengan hotmix di Dukuh Kuwiran sepanjang 800 meter dan di Dukuh Tengahan sepanjang 300 meter. Tiga, pengaspalan jalan desa dengan hotmix di Dukuh Ngaglik hingga jalan raya depan Pabrik Gula (PG) Gondang sepanjang 1 kilometer yang merupakan jalan desa baru yang sebelumnya hanya sebagian dengan makadam. Dan empat, rehab kantor desa karena yang lama sempit dan sudah tidak layak.
“Dan alhamdulillah, Bapak Gubernur Jawa Tengah maringi bantuan untuk rehab Kantor Desa Plawikan ini. Bantuan baru cair pada akhir bulan Oktober, sehingga proses pembangunan dikebut,” ucapnya.
Ia mengatakan, setelah empat titik pembangunan skala besar yang dibiayai APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 ini selesai dikerjakan, maka Kepala Desa Plawikan mengajukan surat permohonan peresmian rehab Kantor Desa Plawikan oleh Gubernur Jawa Tengah.
Maksud dan tujuan mengundang Gubernur Jawa Tengah ini adalah untuk menunjukkan bahwa target pembangunan dari Bankeu Provinsi tahun 2022 telah selesai dikerjakan.
“Ini sekaligus menunjukkan azas manfaat yang diperoleh warga Desa Plawikan yang sekarang telah mempunyai Kantor Desa yang cantik setelah direhab dengan APBD Provinsi Jawa Tengah. Rehab Kantor Desa ini juga meningkatkan martabat dan wibawa para Perangkat Desa dalam membantu melayani masyarakat dengan mudah, cepat, dan bermartabat di gedung yang cantik dan wajah baru. Selain itu, sekarang ada jalan desa yang baru dengan aspal hotmix yang menghubungkan ke jalan raya,” katanya.
Lilik berharap, hasil pembangunan yang sudah ia torehkan ini menjadi babak baru bagi masyarakat maupun Kepala Desa lainnya di Kabupaten Klaten.
“Bahwa sumberdana untuk membangun desa itu bisa diperoleh dari mana saja. Apalagi saat ini juga dihadiri oleh Plh Kepala Dispermades Dukcapil Provinsi Jawa Tengah yang mengurusi 7809 desa se Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutan yang dibacakan Plh Kepala Dispermades Dukcapil Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholis menyatakan, pembagunan infratruktur merupakan program prioritas di Pemprov Jawa Tengah.
Ia berharap, bantuan keuangan sarana prasarana yang diberikan kepada Pemdes Plawikan ini dapat meningkatkan pelayanan Perangkat Desa kepada masyarakat. Sedang jalan yang telah diperbaiki dapat meningkatkan kelancaran akses ekonomi masyarakat.
“Pak Gubernur juga berpesan kepada Pemerintah Desa untuk bersama-sama mengatasi stunting, anak putus sekolah, kemiskinan ekstrim, dan kemiskinan lainnya di desanya masing –masing,” ungkapnya.
Peresmian rehab gedung Kantor Desa Plawikan ini dimeriahkan dengan penampilan seni berupa Tari Saman, Tari Jathilan, Tari Topi, Tari Jangkrik Genggong, Sendratari Dewi Sangga Langit Patembaya, dan Tari Gugur Gunung.
Selain itu, juga dilakukan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada pemenang Lomba Ketahanan Pangan Antar RT dan Lomba Kudapan Antar RT se Desa Plawikan.









