WartaKita.org – Setiap anggota DPR RI mempunyai tugas konstitusional yaitu mensosialisasikan serta memasyarakatkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada seluruh lapisan masyarakat.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini bertujuan agar nilai-nilai luhur yang terdapat didalamnya sungguh dapat dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Seperti yang dilakukan Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Charles Honoris.
Charles mengadakan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dikemas dalam Seminar Kebangsaan dengan tema “Pancasila Jiwa dan Kepribadian Bangsa” yang digelar di Gedung Chandranaya, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu (10/2/2018).
Seminar kebangsaan ini menampilkan sejumlah narasumber. Diantaranya penulis dan intelektual muda Zuhairi Misrawi. Seminar ini melibatkan peserta dari unsur Karang Taruna, mahasiswa, dan masyarakat.
Charles menyampaikan, keberadaan Pancasila itu sangat penting dan menjadi roh dalam setiap kebijakan serta tindakan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Karena belakangan ini Pancasila “diabaikan”, maka banyak terjadi kasus yang mengancam persatuan di masyarakat. Juga maraknya kasus-kasus rasisme, ujaran kebencian, dan sebagainya. Ini dikarenakan kita lupa, kalau kita ini adalah insan Pancasila. Karena itu, jangan sampai kita menjadi terpecah belah,” katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh narasumber Zuhairi Misrawi. Dalam pemaparan materi, Zuhairi menyatakan, sosial media saat ini sudah menjadi semacam kebutuhan pokok di masyarakat.
”Maka, nilai-nilai dalam Pancasila hendaknya juga menjadi penyemangat dalam bermedia sosial. Sehingga kita dapat mencegah penyebaran hoak dan ujaran kebencian di masyarakat,” ujarnya.
Usai pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan muncul dari peserta. Diantaranya terkait peran sinergi antara Pemerintah dan masyarakat dalam rangka menjaga dan memelihara persatuan bangsa di tengah arus kemajuan zaman saat ini.
Charles menjelaskan, Presiden terus mendorong dan meminta aparat Pemerintahan untuk terus bekerja demi mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Dalam konteks informasi, pembangunan infrastruktur telekomunikasi terus dilakukan. Bahkan sampai wilayah perbatasan dan daerah pelosok di tanah air. Hal ini dilakukan agar tidak ada ketimpangan informasi lagi,” paparnya.
Karena itu, Charles mengajak peserta untuk ikut bertanggungjawab dalam menggunakan teknologi informasi yang saat ini sudah dapat dirasakan manfaatnya.
“Hal termudah adalah dengan tidak ikut menyebarkan, apalagi membuat berita bohong yang menimbulkan keresahan dan mengancam persatuan bangsa,” pesannya.









