Warta Kita.org – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan kulit bawang di Balai Padukuhan Wonorejo 1, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (7/9/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lumbung Harmoni, sebuah inisiatif mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta yang menekankan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi produk bernilai guna.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya mendampingi masyarakat desa dalam meningkatkan kemandirian sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam bidang ketahanan pangan, energi terbarukan, dan perlindungan lingkungan.
Acara ini melibatkan petani desa, ketua kelompok tani, ketua RT, dan ibu-ibu PKK. Tujuannya adalah memberikan keterampilan kepada masyarakat untuk mengolah limbah kulit bawang menjadi pestisida ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dan dilanjutkan sambutan Kepala Dukuh Wonorejo 1.
Dalam sambutannya, Kepala Dukuh Wonorejo 1 Panji menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang menghadirkan solusi sederhana dan bermanfaat.
“Kami menyambut baik inisiatif mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta ini. Selama ini, petani di Gadingsari masih banyak bergantung pada pestisida kimia. Padahal kita punya banyak potensi limbah pertanian yang bisa dimanfaatkan. Kehadiran program ini tidak hanya membantu petani menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan ke sesi penyampaian materi mengenai manfaat dan cara pembuatan pestisida nabati dari kulit bawang.
Materi disampaikan oleh Dosen Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Mofit dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
Sedang Humas PPK Ormawa UPN Veteran Yogyakarta Putri Nabila menyampaikan keterlibatannya usai sosialisasi.
“Kami bangga bisa berbagi ilmu bersama masyarakat Wonorejo 1. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari pengabdian masyarakat untuk memberdayakan warga agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” ucapnya.
Antusiasme warga terlihat pada sesi tanya jawab, dimana peserta menanyakan efektivitas, penyimpanan, pembuatan, takaran dan penggunaan pestisida nabati.
Acara kemudian berlanjut dengan demonstrasi dan praktik langsung. Masyarakat dilibatkan mulai dari proses pengolahan kulit bawang hingga larutan pestisida siap digunakan.
Sebagai bentuk simbolis, tim mahasiswa melakukan penyerahan pestisida nabati kepada perwakilan warga desa. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat.









