WartaKita.org – Mantan Karyawan Asurasi Jiwasraya (AJS) Klaten mengadakan pertemuan di Kedai Kopi dan Pawon Mentes Dukuh Titang, Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Sabtu (4/9/2021).
“Reuni” ini dihadiri sekitar 30 orang yang berasal dari berbagai angkatan (tahun masuk kerja di AJS Klaten). Mereka juga berasal dari berbagai daerah.
Ketua Paguyuban Mantan Karyawan Asurasi Jiwasraya (AJS) Klaten, Sudirin menjelaskan, kegiatan ini merupakan pertemuan yang kedua. Pertemuan yang pertama diadakan di Rumah Makan Mayar Klaten beberapa waktu lalu.
“Pertemuan ini sebagai ajang temu kangen dari para mantan karyawan Asurasi Jiwasraya Klaten. Pertemuan ini untuk menyambung persaudaraan, dan menjalin silaturahmi,” katanya.
Sudirin menambahkan, dalam pertemuan yang kedua ini, mereka yang hadir bersepakat untuk melengkapi kepengurusan Paguyuban. Semula, kepengurusan hanya diisi ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi Humas.
Maka pada pertemuan yang kedua ini, susunan kepengurusan paguyuban ditambahi atau dilengkapi menjadi Penasehat Sunarto, Ketua Sudirin, Wakil Ketua Sumari, Sekretaris Sri Hastuti, Wakil Sekretaris Tri Muryani, Bendahara Tyas Sumartini, dan Wakil Bendahara Endang Sri Wahyuni. Kemudian Seksi Humas Mustaim, Winarno, dan Purwono, serta Seksi Sosial Muklis Efendi dan Winarsih.
Tak hanya itu. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, paguyuban menyepakati sejumlah program. Pertama, pertemuan rutin paguyuban akan diadakan setiap 3 bulan sekali dengan tempat yang berpindah-pindah. Kedua, pembentukan koordinator wilayah (korwil). Dan ketiga, ada kegiatan sosial (solidaritas) untuk membantu anggota dan keluarga inti anggota yang sakit.

Pertemuan yang kedua ini diisi dengan acara pembukaan, sambutan pengurus, perkenalan, sharing pengalaman, pembagian doorprize, makan bersama, dan penutup.
Dalam acara sharing, sejumlah anggota dipersilahkan untuk menyampaikan pengalamannya saat bekerja di AJS Klaten. Selain itu, juga harapan mereka terhadap paguyuban ini.
Mereka berharap, pertemuan paguyuban ini bisa langgeng. Karena itu perlu diagendakan kegiatan sosial untuk kebaikan bersama. Mereka juga berharap, dalam paguyuban ini mereka bisa menjadi sedulur sak lawase.
“Saya berharap, agar pertemuan paguyuban ini bisa langgeng, maka perlu diadakan absensi atau daftar hadir, dan peserta wajib menyetor iuran. Selanjutnya, perlu diadakan kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu sesama dan melakukan kebaikan bagi semua,” ucap Sunarto.









