Daripada Ngabuburit Tidak Jelas, GPRS Pandes Pilih Berjualan Aneka Jajanan Buka Puasa Untuk Santuni 60 Anak Yatim Piatu

GPRS Desa Pandes memberikan santunan kepada warga, Sabtu (24/4/2021) sore.

WartaKita.org – Sebuah kegiatan yang baik lagi mulia dilakukan oleh para remaja yang tergabung dalam organisasi Gerakan Peduli Remaja Sehat (GPRS) Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada bulan Ramadhan tahun 2021 ini.

Mereka menggelar kegiatan bertajuk “GPRS Ramadhan Charity Campaign” di stand Baby Café Dukuh Ngendegan, Desa Pandes dari tanggal 1 sampai 23 Ramadhan 1442 H (13 April sampai 6 Mei 2021) pukul 15.00 hingga 17.30 WIB.

Bacaan Lainnya

GPRS Ramadhan Charity Campaign yang mengusung tema “Berbagi di bulan suci” ini merupakan program pengumpulan donasi untuk menyantuni anak yatim piatu di Desa Pandes.

Koordinator kegiatan, Ana Mariyana, Sabtu (24/4/2021), menjelaskan, GPRS Ramadhan Charity Campaign ini merupakan bentuk kepedulian GPRS kepada warga, terutama anak yatim piatu di Desa Pandes. Aksi sosial ini sudah dilakukan sebanyak empat kali secara berturut-turut.

“Sasaran kegiatannya adalah anak yatim di Desa Pandes. Ternyata anak yatim piatu di Desa Pandes ini cukup banyak, yaitu 60 sampai 65 anak setiap tahunnya. Dari kegiatan ini diharapkan, para remaja juga peduli terhadap warganya. Terutama bagaimana remaja bisa memberikan “hadiah kecil” kepada anak-anak yatim piatu,” katanya.

Para remaja GPRS Desa Pandes melayani para pembeli, Sabtu (24/4/2021) sore.

Ana Mariyana menyampaikan, konsep GPRS Ramadhan Charity Campaign ini  tidak sekadar menerima dan lalu menyalurkan donasi. Mereka juga membuka stand aneka jajanan buka puasa untuk menggalang dana.

“Kegiatan (membuka stand aneka jajanan buka puasa) ini bertujuan untuk satu, memberikan kegiatan yang positif kepada remaja. Daripada ngabuburit tidak jelas, kegiatan para remaja ini kita arahkan ke kegiatan yang positif, yaitu berjualan. Kedua, menampung hasil kerja ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai kemampuan memasak atau membuat aneka makanan, seperti snack, gado-gado, kolak, dan sebagainya,” ujarnya.

Ana Mariyana menyatakan, sebelum pandemi covid-19, mereka mengundang anak yatim untuk buka puasa bersama. Tetapi setelah pandemi, mereka membagikan santunan itu ke rumah-rumah warga.

“Tahun lalu, kita bisa mengumpulkan donasi sekitar Rp8 juta. Donasi ini tidak hanya diberikan kepada anak yatim piatu, tetapi juga kepada 200 kepala keluarga (KK) di Desa Pandes yang terdampak covid-19. Kita berikan 200 paket sembako, dan santunan kepada 65 anak yatim piatu. Sedangkan untuk tahun 2021 ini, kita berfokus pada anak yatim piatu. Karena untuk warga terdampak covid sudah banyak mendapat bantuan dari Pemerintah,” terangnya.

Ana mengatakan, pengumpulan donasi untuk anak yatim piatu ini melalui beberapa jalur. Diantaranya donasi secara langsung pada saat stand jajanan buka puasa, dan transfer rekening ke sejumlah bank, yaitu BRI, Mandiri, BCA, dan Danamon.

“Tahun ini, kita akan memberikan santunan kepada 60 anak yatim piatu. Santunan diwujudkan dalam betuk uang tunai dan paket peralatan sekolah,” tandasnya.

Apa yang dilakukan GPRS Desa Pandes ini ditanggapi positif oleh para pembeli di stand aneka jajanan buka puasa tersebut.

“Saya menyambut positif kegiatan ini. Para remaja sangat peduli dengan anak-anak yatim piatu. Apalagi kegiatan ini diadakan setiap tahun. Mereka mengadakan bakti sosial dengan penggalangan dana sendiri. Saya sangat mendukung dan senang sekali dengan kegiatan yang positif dari para remaja Pandes ini,” kata Siti Nuryati, warga Pandes yang sore itu membeli makanan untuk berbuka puasa.

Warga senang menerima santunan dari GPRS Desa Pandes, Sabtu (24/4/2021) sore.

Sementara itu, salah satu penerima santunan, Jumadi (50), warga Dukuh Gajihan, Pandes mengaku senang dengan pemberian santunan kepada anaknya.

“Saya sangat mendukung sekali (kegiatan ini) dan salut. Para remaja telah peduli kepada anak-anak yatim piatu di Desa Pandes. Mereka dengan senang hati, telah bergotong-royong, berjibaku, menjemput dana ke sana sini untuk keperluan mengumpulkan santunan,” ucap orangtua dari Kussifahri agusta rizanta ini.

Hal senada juga disampaikan okeh Hariyanti, warga Dukuh Genukan, Pandes.

“Terima kasih banget, GPRS Pandes sudah banyak membantu. Ini sudah yang keempat kalinya saya menerima santunan. Saya senang, santunan ini  dapat membantu untuk anak-anak. Ini saya mendapat uang dan peralatan sekolah untuk anak saya,” ujarnya.

Pos terkait