CU Bererod Gratia Jakarta Adakan Diklat “Etos Kerja Manajemen Unggul”, Ubah Perilaku Dari Kewajiban Menjadi Panggilan Pelayanan

Sebanyak 57 insan KSP Credit Union Bererod Gratia (CU BG) Jakarta mengikuti pendidikan dan pelatihan “Etos Kerja Manajemen Unggul: Melayani dengan Integritas, Bertumbuh dengan Profesionalitas” bersama Founder Brankas Ide Nusantara (BIN) Lillik Rizzki Siswanto di MMCC-Serua Green Village Serua, Kota Depok pada Sabtu sampai Minggu (15–16/8/2026).

Warta Kita.org – Sebanyak 57 insan KSP Credit Union Bererod Gratia (CU BG) Jakarta mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) “Etos Kerja Manajemen Unggul: Melayani dengan Integritas, Bertumbuh dengan Profesionalitas” bersama Founder Brankas Ide Nusantara (BIN) Lillik Rizzki Siswanto di MMCC-Serua Green Village, Jalan Serua Raya Nomor 25 Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat pada Sabtu sampai Minggu (15–16/8/2026).

Diklat ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bagi insan CU BG.

Kegiatan ini tidak berhenti pada upaya meningkatkan keterampilan kerja. Lebih jauh, peserta diajak melakukan perjalanan dari dalam diri menuju perubahan perilaku: dari bekerja karena kewajiban menjadi bekerja sebagai panggilan pelayanan.

Hari pertama diklat dibuka dengan sebuah pertanyaan sederhana namun fundamental: “Untuk apa saya bekerja?”

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk untuk melihat kembali makna pekerjaan. Bekerja bukan semata-mata untuk mendapatkan gaji, mengejar karier, memenuhi target, atau menyelesaikan tugas. Di dalamnya terdapat makna, tanggung jawab, kontribusi, pertumbuhan, dan pelayanan kepada sesama.

Peserta kemudian diajak memahami prinsip Mindset, Feelset, dan Actset—bagaimana pola pikir, pola rasa, dan pola aksi menentukan kualitas respons seseorang terhadap berbagai situasi kerja.

Pesan yang ditekankan sederhana tetapi kuat: “Kita tidak selalu dapat mengendalikan keadaan, tetapi kita selalu dapat memilih bagaimana berpikir, merasakan, dan bertindak.”

Perjalanan dilanjutkan dengan pengenalan potensi diri melalui pendekatan STIFIn, agar peserta semakin memahami keunikan cara berpikir, merasakan, dan bertindak. Perbedaan potensi tidak dipandang sebagai alasan untuk saling membandingkan, melainkan sebagai kekuatan yang dapat disatukan untuk membangun organisasi.

Dari pengenalan diri, peserta kemudian diajak masuk ke wilayah ownership.

Bekerja di Credit Union bukan sekadar menyelesaikan bagian pekerjaan masing-masing. Ownership berarti berani mengambil tanggung jawab dan bertanya: “Apa yang bisa saya lakukan agar masalah ini selesai?”

Memasuki hari kedua diklat, pembelajaran bergerak dari kesadaran diri menuju relasi dan pelayanan.

Peserta diajak memahami bahwa anggota tidak sekadar datang membawa transaksi. Mereka datang membawa kebutuhan, harapan, persoalan, bahkan impian tentang kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, pelayanan prima bukan sekadar menjalankan Manual Operasional (MO)) dan Manual Prosedur (MP). Sebab, kita sedang melayani manusia.

Di sinilah integritas, empati, komunikasi, teamwork, trust, dan kemampuan menangani konflik menjadi bagian penting dari etos kerja unggul.

Peserta juga diajak bercermin pada realitas organisasi: bahwa kepercayaan dapat dibangun melalui ribuan tindakan kecil, tetapi juga dapat retak karena hal-hal yang dianggap sederhana—termasuk komunikasi yang tidak sehat, asumsi, dan kebiasaan membicarakan orang lain tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara secara langsung. Pesan yang mengemuka: “Bicarakan masalahnya, bukan orangnya.”

Dalam konteks Credit Union, kualitas relasi internal bukan persoalan sepele. Ketika orang saling percaya, komunikasi terbuka, dan perbedaan dikelola dengan dewasa, kolaborasi menjadi lebih kuat. Sebaliknya, ketika kepercayaan runtuh, energi organisasi dapat habis bukan untuk melayani anggota, melainkan untuk menghadapi konflik internal.

Founder Brankas Ide Nusantara (BIN) Lillik Rizzki Siswanto (kiri) menerima cinderamata dari perwakilan KSP Credit Union Bererod Gratia (CU BG) Jakarta.

Dua hari akhirnya bukan menjadi garis akhir, melainkan titik awal perubahan. Sebab diklat yang sesungguhnya baru dimulai ketika peserta kembali ke tempat kerja dan mulai bertanya setiap hari: “Apa yang bisa saya lakukan hari ini agar anggota lebih percaya, rekan kerja lebih bertumbuh, dan Credit Union menjadi lebih baik?”

Pada akhirnya, etos kerja unggul bukan sekadar bekerja lebih keras. Etos kerja unggul adalah bekerja dengan lebih sadar, lebih berintegritas, lebih profesional, dan lebih bermakna.

Dari Serua Green Village diharapkan lahir energi baru bagi 57 insan CU BG untuk kembali ke unit kerja masing-masing dengan semangat yang sama: melayani dengan Integritas, Bertumbuh dengan Profesionalitas.

Pos terkait