Credit Union Hadir Untuk Menyejahterakan Anggota, Alibata: Manajemen Teritori Harus Dikelola Dengan Baik

Salah satu sesi pada acara Rapat Khusus Evaluasi Territory Management CU Primer anggota PUSKOPCUINA Wilayah Jawa di Surabaya Suites Hotel, Sabtu (24/6/2023).

WartaKita.org – Sebanyak 10 Credit Union (CU) Primer anggota PUSKOPCUINA Wilayah Jawa mengikuti Rapat Khusus Evaluasi Territory Management (TM) di Surabaya Suites Hotel pada Sabtu sampai Minggu (24-25/6/2023).

CU Primer yang mengikuti Rapat Khusus Evaluasi Territory Management ini yaitu CU Bererod Gratia, CU Prima Danarta, CU Cindelaras Tumangkar, CU Pangudi Luhur Kasih, CU Deus Providebit, CU Pelita Sejahtera, CU Semangat Warga, CU Angudi Laras, CU Kridha Rahardja, dan CU Sejahtera Makmur Bersama.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat khusus ini, setiap CU Primer mengirimkan dua orang utusan dari unsur pengurus dan pimpinan manajemen. Rapat Khusus Evaluasi Territory Management ini menampilkan narasumber Pengurus PUSKOPCUINA, Agustinus Alibata.

Pada kesempatan itu, Agustinus Alibata membawakan materi yang berjudul “Manajemen Teritori di Credit Union”.

Agustinus Alibata menyampaikan, Credit Union hadir untuk membebaskan anggotanya dari kemiskinan dan ketergantungan, menciptakan kesejahteraan, membangun kekayaan, mencapai kebebasan keuangan dan membuat mereka mandiri.

“Karena anggota adalah pusat dari apa yang kita lakukan,” katanya.

Agustinus Alibata menyatakan, selama ini, ada sejumlah masalah dalam Manajemen Teritori. Yaitu pertama, jarak Tempat Pelayanan (TP) ke Kantor Pusat terlalu jauh, biaya mahal, transportasi terbatas, dan rentang kendali terlalu rendah. Kedua, besar TP tidak merata, ada yang terlalu kecil atau terlalu besar. Ketiga, wilayah kerja terlalu luas, (sehingga) anggota kurang tertangani. Keempat, wilayah kerja beririsan, tumpang tindih. Dan kelima, perbedaan karakteristik, budaya, standar biaya hidup, dan sebagainya.

Karena itu, lanjut Alibata, CU perlu terus berupaya untuk membangun teritori yang baik.

“Untuk membangun teritori yang baik, maka perlu satu, wilayah kerja TP atau Kantor Cabang (KC) harus ditetapkan secara jelas, tidak saling beririsan, anggota aktif mencapai 90 persen, dan terkontrol. Dua, Besar TP atau KC cenderung merata, tidak ada TP atau KC yang terlalu besar, tidak ada TP atau KC yang sangat kecil, dan anggota ada dalam KBA (komunitas berbasis anggota). Dan tiga, jarak TP atau KC ke Kantor Pusat tidak terlalu jauh, biaya transportasi ke TP atau KC tidak mahal, alat transportasi ke TP atau KC lancar, dan TP atau KC (dapat) membiayai diri sendiri,” paparnya.

Pengurus PUSKOPCUINA, Agustinus Alibata saat membawakan materi pada acara Rapat Khusus Evaluasi Territory Management CU Primer anggota PUSKOPCUINA Wilayah Jawa di Surabaya Suites Hotel, Sabtu (24/6/2023).

Alibata mengatakan, selama ini, fokus teritori manajemen yaitu mengelola wilayah kerja dalam lingkup satu Credit Union dan mengelola wilayah kerja lebih dari satu Credit Union yang saling beririsan.

Menurut Alibata, ada dua hal dalam implementasi manajemen teritori, yaitu internal dan eksternal.  Implementasi manajemen teritori internal meliputi satu, membuat batas wilayah kerja antar TP atau KC yang ada dan menertibkan administrasi keanggotaan dalam suatu TP atau KC. Dua, menggabungkan beberapa TP atau KC yang mengalami masalah manajemen teritori. Dan tiga, memandirikan TP atau KC dengan rentang kendali yang sulit menjadi CU mandiri.

“Sedang Implementasi manajemen teritori eksternal meliputi pertama, melakukan pertemuan antar CU yang berdekatan untuk membahas territory management dan melakukan kesepakatan. Kedua, menyepakati pembagian wilayah kerja yang menjadi fokus antar CU yang berdekatan atau beririsan. Dan ketiga, melakukan kerja sama untuk menguatkan CU seperti pengelolaan Sistem Informasi Pinjaman, Tukar Wilayah Kerja, Penggalangan Dana Stabilisasi Jaringan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Terkait, Ketua Pengurus PUSKOPCUINA Marselus Sunardi mengemukakan, Rapat Khusus Evaluasi Territory Management ini untuk menindaklanjuti program kerja PUSKOPCUINA tahun buku 2023 dan rekomendasi TM Wilayah Jawa tahun 2022. Rapat Khusus ini dilakukan untuk mengevaluasi tindak lanjut kesepakatan dan meningkatkan komunikasi serta koordinasi antar CU anggota PUSKOPCUINA di Wilayah Jawa.

“Rapat Khusus Evaluasi Territory Management CU Primer di Wilayah Jawa ini bertujuan untuk pertama, mengevaluasi implementasi kesepakatan TM yang lalu. Kedua, sharing dalam penerapan WPP (Wilayah Pelayanan Prioritas). Dan ketiga, melakukan koordinasi dan komunikasi terkait pengembangan CU di Wilayah Jawa,” jelasnya.

Pos terkait