Cetak Sejarah, 200 Pelajar Di Karangnongko Pentaskan Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” Menjelang Upacara HUT RI

Pentas Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” yang ditampilkan pada pra upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi tahun 2022 di lapangan SMA Negeri 1 Karangnongko, Rabu (17/8/2022) pagi menjadi tongak sejarah bagi Kecamatan Karangnongko.

WartaKita.org – Ada pemandangan yang berbeda pada upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi tahun 2022 tingkat Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten yang digelar di lapangan SMA Negeri 1 Karangnongko, Rabu (17/8/2022) pagi.

Sebelum upacara bendera peringatan HUT ke 77 RI dilaksanakan, digelar pentas Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” yang dibawakan oleh sekitar 200 pelajar di Kecamatan Karangnongko.

Bacaan Lainnya

Ketua Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko, Wiyono menjelaskan, Tari Bhayangkari Wira Pertiwi yang ditampilkan ini disesuaikan dengan moment peringatan hari kemerdekaan RI. Tari Bhayangkari Wira Pertiwi ini menggambarkan perjuangan prajurit wanita dalam mencapai sebuah tujuan, namun perjuangannya itu tidak meninggalkan kodratnya sebagai wanita.

“Tari Bhayangkari Wira Pertiwi ini melibatkan sekitar 200 anak atau pelajar dari SMP Negeri 1 Karangnongko, SMP Negeri 2 Karangnongko dan SMA Negeri 1 Karangnongko. Proses latihan atau persiapannya sangat singkat sekali. Sekitar satu bulan. Dan alhamdulillah, semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Wiyono menyampaikan, pentas Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” ini merupakan tongak sejarah bagi Kecamatan Karangnongko. Karena baru pertama kali dalam sejarah di Kecamatan Karangnongko, ada pentas tari kolosal sebelum upacara bendera peringatan HUT dilakukan.

Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” ini mempunyai maksud dan tujuan untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa untuk mencintai seni dan budaya milik bangsa.

“Selain itu, Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” ini juga sebagai “kado istimewa” bagi Pak Camat Karangnongko. Karena pada bulan November nanti, beliau akan memasuki purna tugas. Ini merupakan kado yang bisa kami suguhkan sebagai pegiat seni, sebagai pelaku seni. Dengan cara inilah kami bisa mengekspresikan buat beliau Pak Camat,” ujarnya.

Tari Bhayangkari Wira Pertiwi melibatkan sekitar 200 anak atau pelajar dari SMP Negeri 1 Karangnongko, SMP Negeri 2 Karangnongko dan SMA Negeri 1 Karangnongko.

Sedang Kepala SMA Negeri 1 Karangnongko Sriyono menyambut baik pelibatan para pelajar dalam kegiatan tari kolosal ini.

“Ini (pelibatan) untuk menanamkan budaya pada anak-anak. Juga untuk penguatan karakter. Karena lewat seni, karakter berbangsa itu juga tertanam pada diri anak-anak. Dan anak-anak merasa sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Tadi, tarian kolosalnya terlihat begitu indah. Kita nikmati bersama,” tandasnya.

Sementara itu Camat Karangnongko Joko Supriyanto juga mengapresiasi pentas Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” ini.

“Upacara peringatan HUT ke 77 RI di Kecamatan Karangnongko ini memang lain jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Yang mana untuk tahun 2022 ini ditampilkan seni budaya yang didukung dari Sanggar Seni Budaya Saraswati Karangnongko yang diketuai Pak Wiyono yang bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Karangnongko,” jelasnya.

Anak-anak antusias dan senang membawakan Tari Kolosal “Bhayangkari Wira Pertiwi” di lapangan SMA Negeri 1 Karangnongko, Rabu (17/8/2022) pagi.

Camat Joko Supriyanto berharap agar pada setiap peringatan HUT RI di tahun kedepan, seni budaya selalu ditampilkan. Sehingga seni dan budaya di Karangnongko terus berkembang, serta menjadi lebih kreatif dan inovatif.

“Saya berharap, kedepan, siswa-siswi bisa lebih mencintai budaya lokal. Budaya yang ada di Kecamatan Karangnongko ini. Dan selalu bisa mengembangkan seni dan budaya yang ada,” pesannya.

Terkait, salah satu siswa yang ikut menari “Bhayangkari Wira Pertiwi”, Berliana Lavina Febriyanti mengaku senang bisa tampil di pra upacara bendera peringatan HUT ke 77 RI ini.

“Saya senang, bisa tampil bersama teman-teman. Kita latihan sekitar satu bulan, dan selama ini tidak ada kesulitan. Karena kita ikut sanggar tari dan sering ikut menari,” ucapnya.

Pos terkait