WartaKita.org – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Stephanus Sukirno mengadakan reses masa persidangan pertama tahun 2023/2024 di Gedung Ahimsa Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten pada Jumat (17/11/2023) malam.
Dalam reses “kreatif” ini juga hadir Caleg PDIP Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Klaten, Hetty Purwani, PAC PDIP Klaten Tengah, Pengurus Ranting PDIP Gumulan, narasumber Direktur Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah, dan warga setempat.
Caleg PDIP Dapil 1 Klaten, Hetty Purwani dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Stephanus Sukirno yang telah berkenan mengadakan reses di Desa Gumulan ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada para warga yang telah hadir. Dan juga berterima kasih kepada Pak Stephanus Sukirno yang telah mengadakan reses di sini. Sehingga saya bisa bersilaturahmi dan ngangsu kawruh. Saya berharap, bisa diterima menjadi keluarga besar di sini, bisa membangun bersama-sama, untuk mewujudkan Desa Gumulan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Sedang Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Stephanus Sukirno menyampaikan, kerjasama atau gotong royong sudah menjadi ciri khas atau kekhasan bangsa Indonesia. Maka kerjasama ini harus dilestarikan.
“Seperti acara reses ini. Kegiatan ini bisa terselenggara karena adanya kerjasama atau gotong royong dari berbagai pihak. Termasuk dengan timnya Mbak Hetty, PAC, Pengurus Ranting, dan sebagainya,” ujarnya.
Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini menambahkan, dalam reses ini, ia menggandeng Direktur Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah, yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial dan budaya.
“Dalam kesempatan reses ini, Mbak Tsaniatus Solihah menyampaikan materi mengenai “Peran ayah dalam pencegahan kekerasan dan pengasuhan anak”. Ini adalah program dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Saya berharap, dengan penyampaian materi ini, warga menjadi lebih tahu dan pinter,” harapnya.

Sementara itu Direktur Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah memaparkan, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ada kecenderungan terus meningkat.
Kasus kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat setiap tahunnya. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat, sebanyak 25.050 perempuan menjadi korban kekerasan di Indonesia sepanjang tahun 2022. Jumlah tersebut meningkat 15,2 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai sebanyak 21.753 kasus.
“Mengapa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat? Karena kita tidak pernah serius menanganinya. Dan juga, karena kekerasan itu dianggap sebagai peristiwa biasa. Dan ironisnya, para pelaku kekerasan tersebut adalah orang terdekat,” ungkapnya.
Tsaniatus Solihah menyatakan, untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka mantan Gubernur Jawa Tengah Ganajar Pranowo pada peringatan Hari Ibu tahun 2022 mengampanyekan Gerakan Pria Peduli Perempuan dan Anak atau Garpu Perak. Gerakan ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap perempuan dan anak.
“Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para pria untuk membantu perempuan dan anak-anak. Dan itu bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan biasa dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.









