Cegah Disintegrasi Bangsa, Pemprov Jateng Adakan Wawasan Kebangsaan Di Srebegan

Kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Desa Srebegan, Kamis (19/2/2019).

WartaKita.org – Ancaman terhadap disintegrasi bangsa Indonesia belakangan ini semakin kentara. Sebagai contoh adalah kasus kerusuhan yang terjadi di Papua beberapa waktu lalu.

Karenanya, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten pada Kamis (19/9/2019).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diprakarsai Disporapar Provinsi Jawa Tengah berkerjasama dengan Komisi E DPRD Jawa Tengah ini dihadiri sekitar 150 orang. Hadir sebagai narasumber adalah I Made Budiyarta dari Keluarga Besar Marhaen (KBM) Yogyakarta.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Kadarwati menjelaskan, kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara ini penting dilakukan, terutama kepada generasi muda. Hal ini untuk mencegah dan menangkal disintegrasi bangsa.

“Negara kita terancam disintegrasi bangsa. Ancaman disintegrasi bangsa ini terlihat dari berita-berita hoax di media sosial. Dan contoh terakhir yang membuat kita prihatin adalah soal Papua. Ancaman disintegrasi bangsa  ini dapat ditangkal lewat penanaman cinta pada tanah air, terutama kepada pemuda. Karena para pemuda itu adalah ujung tombak kita,” katanya.

Kadarwati mengatakan, melihat ancaman disintegrasi bangsa yang semakin serius ini, maka Pemerintah perlu menanamkan dan memperkuat lagi semangat cinta pada tanah air. Kegiatan bela negara dan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila perlu terus dilakukan.

“Pancasila harus tetap ada di bumi Indonesia. Pancasila harus jaya. Karena kalau tidak ada Pancasila, tidak ada lagi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Maka kegiatan kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara ini perlu dikembangkan dari desa yang satu ke desa yang lain. Agar hal ini bisa memberikan inspirasi bagi desa yang lain,” ujarnya.

Dalam pemaparan materi, narasumber I Made Budiyarta dari Keluarga Besar Marhaen (KBM) Yogyakarta menyatakan, belakangan ini rasa cinta terhadap tanah air atau nasionalisme warga nampak merosot. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa juga makin luntur.

“Karena itu, kita butuh alat pemersatu, yaitu Pancasila. Sebab Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa telah terbukti ampuh dalam menyatukan berbagai kemajemukan yang ada di Indonesia. Maka, warga harus berupaya untuk terus menjaga keutuhan bangsa,” tandasnya.

Terkait, Kades Srebegan Purwanto menyambut baik diadakannya kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara di desanya.

Dia berharap agar warga terus hidup rukun dan bersatu serta menjaga keutuhan NKRI.

Pos terkait