Warta Kita.org – Peristiwa ambrolnya atap bangunan ruang kelas II SD Negeri 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten langsung direspon Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Didampingi Kepala BPBD Kabupaten Klaten Syahruna, Plt Sekda Joko Purwanto dan Kepala Dinas PUPR Klaten Suryanto, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo langsung turun ke lokasi melihat kondisi SD yang ambrol pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Usai melakukan inspeksi, Bupati segera memerintahkan BPBD Kabupaten Klaten untuk berkoordinasi dengan Dinas PUPR Klaten untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap keberadaan sekolah-sekolah di Kabupaten Klaten.
”Insiden di SD Negegri Sribit 2 ini cukup yang sekali saja. Untuk itu, kami akan segera membuat Surat Edaran kepada Kepala sekolah SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemkab. Dan memerintahkan Dinas terkait, dalam hal ini BPBD dan PUPR Klaten untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap semua bangunan sekolah di Klaten,” tegas Bupati.
Melihat kondisis bangunan sekolah yang memang tampak sudah tua dan merupakan salah satu peninggalan SD Inpres puluhan tahun lalu, Bupati mensinyalir mungkin di Klaten masih ada beberapa SD yang memiliki kondisi serupa.
Untuk itu, sebelum ada musibah selanjutnya, Bupati meminta agar Dinas PUPR, BPBD dan Dinas Pendidikan Klaten berkoordinasi dan melakukan pemetaan serta pendataan, terkait kondisi sekolaah yang ada di Klaten.
”Bangunannya mungkin tampak masih kokoh, gentingya masih kelihatan bagus karena baru diganti. Namun karena bangunan tua, mungkin ada struktur bangunan lain yang sudah mulai rapuh. Ini yang harus diwaspadai agar hal serupa tidak terjadi lagi,” ujar Bupati.
Terkait musibah tersebut, lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Klaten akan segera mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.
“Namun jika prosesnya memerlukan waktu lama, maka Pemkab Klaten akan mengambil langkah cepat dengan menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT),” kata Bupati.
Sementara itu Kepala BPBD Klaten Syahruna menjelaskan, walau kondisi atap ruang kelas II SD Negeri Sribit 2 ambrol, proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan.
Untuk sementara siswa bisa melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas lain yang masih dianggap aman.
Terkait ambrolnya atap kelas, Syahruna memastikan penyebab utama disebabkan kerangka kayu atap gedung sudah rapuh dimakan usia.
Hal ini diperkuat keterangan Ketua Komite SDN 2 Sribit, Sugianto yang menjelaskan gedung sekolah tersebut merupakan bangunan tua yang kemungkinan besar didirikan pada era 1970-an sebagai gedung SD Inpres.
”Ambruknya atap sekolah SD Negeri Sribit ini disebabkan kayu sudah lapuk dimakan usia. Dan agar proses belajar mengajar anak anak tidak terganggu, tim saat ini tengah melakukan evakuasi serta pembersihan puing puing reruntuhan,” ujarnya.
Seperti diketahui, atap ruang kelas II SD Negeri 2 Sribit Delanggu ini ambrol pada Kamis (2/4-2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena kelas dalam kondisi kosong, sebab anak anak sudah pulang sekolah.









