WartaKita.org – Bulan November atau bulan peringatan arwah umat beriman tahun 2021 ini dimaknai secara “spesial” oleh umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten.
Umat Paroki Wedi bergotong royong merehab cungkup (bangunan dengan atap yang menaungi makam) makam Rama Petrus Claver Dwijo Susanto, Pr yang berada di Dukuh Ngendegan, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.
Gotong royong dimulai dari Minggu (14/11/2021) sampai Rabu (24/11/2021).
Sekadar informasi, cungkup makam Rama PCL Dwijo Susanto ini rusak berat akibat gempa dahsyat yang melanda DIY dan Jawa Tengah pada Sabtu, 27 Mei 2006 silam. Akibat gempa, pilar cor cungkup makam tersebut menjadi miring (doyong), sehingga mengkhawatirkan bagi ahli waris atau peziarah yang akan berdoa atau nyekar (tabur bunga) di makam Imam Praja yang bertugas di Keuskupan Surabaya ini.
Koordinator rehab makam Rama Dwijo Susanto, Antonius Asep Yunadi menjelaskan, perbaikan yang dilakukan berupa penambahan tiga tiang cor, penggantian sejumlah lisplang kayu dan plafon serta beberapa genting, pengecatan ulang tembok, dan lainnya.
“Penambahan tiang cor ini untuk memperkuat bangunan cungkup. Pengerjaan kita lakukan dengan hati-hati, karena kondisi bangunan yang sudah miring,” katanya.
Rehab cungkup makam Rama Dwijo Susanto ini mendapat tanggapan yang baik dari umat Paroki Wedi. Mereka menyumbang dana, material dan sebagainya, serta konsumsi untuk para pekerja dan relawan selama merehab makam.
Kini, cungkup makam Rama Dwijo Susanto itu sudah kembali berdiri kokoh dan kuat. Cungkup makam nampak bersih dan rapi. Bahkan, ornamen “Taman Firdaus” yang ada di cungkup tersebut kelihatan jelas dan menarik karena dicat ulang.
“Terima kasih kepada umat, para donatur, relawan (Gerakan Rumah Berkah Paroki Wedi), dan semuanya yang telah membantu rehab cungkup makam Rama Dwijo Susanto ini. Kiranya kebaikan, keterlibatan, dan kepedulian panjenengan semuanya mendapat berkat dari Tuhan,” ucap Vikaris Parokial Paroki Wedi, Rama Emanuel Maria Supranowo, Pr.

Ada momen istimewa saat rehab makam berlangsung. Sejumlah rama yang bertugas di Rayon Klaten mengunjungi makam untuk mendoakan mendiang Rama Dwijo Susanto pada Kamis (18/11/2021).
Sementara itu, tokoh umat Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius Pandes, HY Subroto menyampaikan, Rama PCL Dwijo Susanto ini lahir pada 27 April 1915, dan meninggal pada 18 Juli 1975. Rama Dwijo Susanto adalah asli warga Dukuh Kajen, Desa Pandes, yang rumahnya tidak jauh dari makam Ngendegan.
Rama Dwijo Susanto adalah anak tunggal dari pasangan suami istri (pasutri) Mangun Dimejo. Rama Dwijo Susanto adalah Imam Praja Keuskupan Surabaya yang ditugaskan di Angkatan Laut (KKO).
“Saya masih ingat, pemakaman Rama Dwijo Susanto ini dilakukan dengan upacara militer. Peti jenazah dibawa oleh enam tentara. Sebelum dimakamkam, diadakan upacara penghormatan dengan tembakan ke udara. Saya ingat, karena saat itu saya membantu menjadi misdinar,” ujar HY Subroto.









