BSB Desember Turun Lebih Awal, Warga Wonogiri Senang

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengantri dengan tertib saat menerima Bantuan Sosial Beras (BSB) dari Kementerian Sosial RI di Balai Desa Ngarjosari, Minggu (29/11/2020).

WartaKita.org – Kementerian Sosial RI melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri terus menyalurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada masyarakat dalam menanggulangi dampak pandemi covid-19.

Dan untuk mempermudah penyaluran bantuan, maka Pemerintah bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wonogiri.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan bulan sebelumnya, BSB yang sebiasanya diterima masyarakat di awal bulan, tetapi pada Desember ini diterimakan pada akhir bulan November. Hal ini terjadi karena adanya pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 9 Desember mendatang.

Penyaluran BSB di Kelurahan Ngarjosari, Kecamtan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri dilakukan di Balai Desa setempat pada Minggu (29/11/2020). Bantuan ini diberikan kepada sekitar 200 Kepala Keluarga (KK).

Proses penyaluran bantuan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19, seperti memakai  masker, mencuci tangan terlebih dulu sebelum memasuki balai desa, dan menjaga jarak tempat duduk.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, para penerima BSB wajib membawa beberapa persyaratan, antara lain KTP/KK Asli, mengumpulkan fotocopy KTP/KK untuk SPJ (Surat Pertanggungjawaban) E-waroeng, dan bagi yang tidak bisa mengambil dapat diambilkan dengan membawa surat kuasa dan membawa KTP asli.

Persyaratan ini sudah disampaikan sehari sebelum penyaluran bantuan melalui Grup Operator Desa dan selanjutnya disampaikan kepada masyarakat melalui grup whatsapp (WA) pada RT setempat.

Paket bantuan pangan yang diterima masyarakat yaitu 10 kg  beras, 1 kg  telur ayam, 1 kg buah pir, dan 1,5 kg daging ayam siap masak.

“Awalnya kami bingung. Kok akhir bulan dapat sembako. Ternyata karena Pemilukada. Tapi tidak apa-apa, karena kebetulan persediaan beras di rumah juga sudah habis,” kata salah satu penerima bantuan.

Pos terkait