Blusukan Di Pasar Ampel, Henry Indraguna Sapa Warga Dan Cari Tempe Setipis Kartu ATM

Di Pasar Ampel, Henry Indraguna tidak menemukan tempe setipis kartu ATM.

WartaKita.org – Calon Anggota DPR RI dari Partai Perindo KRAT Henry Indraguna terus memperkenalkan diri dan bersosialisasi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan pada Sabtu (22/12/2018) pagi.

Pada pagi itu, Henry Indraguna bersama tim melakukan blusukan di Pasar Ampel, Kabupaten Boyolali. Di pasar tradisional tersebut, pengacara kondang ini menyapa masyarakat, para pedagang, dan pembeli yang ada di pinggir jalan raya Solo – Semarang itu. Henry juga membeli sejumlah dagangan yang dijual para pedagang, seperti gathot dan thiwul, berbagai cemilan, telur, minyak goreng, gula jawa, kerupuk, petai, tempe, dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Saat blusukan di Pasar Ampel itu, Calon Legislatif (Caleg) Perindo nomor urut 1 ini mengajak sejumlah artis ibukota, seperti Ratu Meta dan Dea Imut. Kontan saja, kedatangan Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V ini disambut antusias para pedagang dan pembeli. Mereka merasa senang karena bisa melihat secara langsung para artis ibukota idolanya. Karenanya, momen langka itu mereka manfaatkan untuk bersalaman dan berfoto bersama dengan Henry dan para artis itu.

Calon wakil rakyat dari Dapil yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta ini menjelaskan, blusukan di Pasar Ampel ini dimaksudkan untuk memperkenalkan diri dan bersosialisasi kepada masyarakat, sekaligus untuk mendengarkan berbagai keluhan dan aspirasi dari para pedagang dan pembeli. Selain itu, juga untuk mencari tempe yang dikabarkan hanya setipis kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Saat blusukan ini saya melihat langsung bahwa harga di Pasar Ampel serba murah. Maka, kalau mau berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari, lebih baik di pasar tradisonal. Karena kalau beli di super market, sudah pasti harganya akan lebih mahal. Kalau di sini (pasar), harganya lebih murah. Dengan berbelanja di pasar tradisional, kita membantu masyarakat kecil. Maka, keberadaan pasar tradisional harus tetap diutamakan. Sebab untuk menyejahterakan masyarakat, utamanya para pedagang,” katanya.

Bendahara Umum Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini menyatakan, saat blusukan di Pasar Ampel itu dia menerima sejumlah aspirasi dari pedagang. Diantaranya mengenai persaingan antara pedagang tradisional dengan super market.

“Selama ini, ada banyak orang yang enggan masuk (membeli) ke pasar tradisional. Mereka lebih senang ke super market yang lebih gampang, yang ada AC-nya, dan sebagainya. Padahal jika kita mau berbelanja ke pasar tradisional, pasti harganya lebih murah. Kita bisa berbelanja, sambil beramal, dan bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Pasar tradisional itu sungguh luar biasa,” ujarnya.

Henry mengatakan, selama ini dia sering blusukan di pasar-pasar tradisional.  Ini dilakukan untuk mendengarkan aspirasi wong cilik. Sebab, kalau masyarakat bawah itu aspirasinya dari hati nurani yang paling dalam.

“Dari blusukan ini saya jaditahu apa yang diinginkan masyarakat saat suatu hari saya duduk di Senayan nantinya. Sebab saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. Dan dongane wong cilik (doanya orang kecil) itu pasti didengar Gusti Allah. Maka saya bermain di bawah. Karena Henry Indraguna itu milik wong cilik (orang kecil),” ucapnya.

Pos terkait