Bikin Trenyuh, Mantan Kades Birit, Wedi Sumbangkan Tali Asih Rp1 Juta Miliknya Untuk Keperluan Masjid

Kepala Desa Birit yang lama, Sukadi Danang Witono dan Kepala Desa Birit yang baru, Haryono berfoto bersama istri dan Muspika Wedi usai sertijab, Jumat (29/9/2023).

WartaKita.org – Acara Serah Terima Jabatan (sertijab) Kepala Desa dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Desa Birit, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten dilakukan di balai desa setempat, Jumat (29/9/2023) siang.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Birit yang lama, Sukadi Danang Witono menyerahkan jabatan Kepala Desa kepada Kepala Desa Birit yang baru, Haryono.

Bacaan Lainnya

Sertijab Kepala Desa Birit ini dihadiri Camat Wedi Widaya beserta istri (selaku Ketua TP PKK Kecamatan Wedi), Kapolsek Wedi AKP Muh Ismail, perwakilan Danramil Wedi, BPD, Perangkat Desa, Ketua RT, Ketua RW, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Kepala Desa Birit yang lama, Sukadi Danang Witono dalam sambutan mengucapkan selamat kepada Haryono yang telah dilantik menjadi Kepala Desa Birit periode 2023 – 2029 oleh Bupati Klaten Sri Mulyani pada Rabu (27/9/2023).

“Semoga Pak Haryono bisa membawa Desa Birit menjadi lebih maju dan lebih baik lagi. Saya dan keluarga mohon maaf, apabila ada salah dan kekurangan selama saya melayani masyarakat Desa Birit selama enam tahun ini,” katanya.

Sedang Kepala Desa Birit yang baru, Haryono dalam sambutan berterima kasih kepada BPD, Perangkat Desa, dan Panitia Pilkades yang telah bekerja keras menyukseskan Pilkades Birit.

“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada saya untuk mengemban dan momong masyarakat, agar Desa Birit menjadi lebih baik. Kita tahu bahwa Desa Birit selama ini sudah baik dan maju. Tetapi kita akan bekerja keras, bergotong royong agar Desa Birit bisa menjadi lebih baik dan maju lagi. Untuk itu, masyarakat Desa Birit harus tetap guyub dan rukun,” ujarnya.

Sementara itu Camat Wedi Widaya mengucapkan selamat dan sukses kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Birit, BPD, dan Panitia Pilkades yang telah berhasil menggelar Pilkades dengan baik, sukses tanpa ekses.

“Terima kasih kepada Pak Sukadi Danang Witono, atas apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan untuk Desa Birit. Dan untuk Pak Haryono saya berpesan, bapak sudah menjadi bapaknya semua rakyat yang ada di Desa Birit. Maka, semua yang baik (yang sudah dilakukan Sukadi Danang Witono), ya harus dilanjutkan. Karena semuanya itu sudah menjadi program Desa Birit, yang sudah diputuskan melalui perencanaan. Kalau ada kekurangan, mohon diperbaiki,” pesan Camat.

Kepala Desa Birit yang lama, Sukadi Danang Witono memberikan tali asih yang diterimanya kepada Suwarto, Takmir Masjid Dukuh Birit Kidul, Jumat (29/9/2023).

Dalam acara ini, Kepala Desa Birit yang lama, Sukadi Danang Witono mendapat tali asih dari Pemdes Birit. Tali asih diserahkan oleh Ketua BPD Birit, Sukito kepada Sukadi Danang Witono.

Ada yang menarik saat acara pemberian tali asih ini. Sukadi Danang Witono menerima tali asih tersebut dengan penuh syukur dan terima kasih. Tetapi, tali asih tersebut kemudian disumbangkan untuk masjid-masjid yang ada di Desa Birit. Secara simbolis, tali asih ini diserahkan kepada Suwarto, Takmir Masjid Dukuh Birit Kidul.

Alhamdulillah, ini ada sedikit uang (dari tali asih), saya sumbangkan untuk keperluan masjid-masjid di Desa Birit. Semoga bisa bermanfaat, dan menjadi berkah untuk saya dan keluarga,” ucap Danang.

Sebelum tali asih itu diserahkan ke perwakilan takmir masjid, Danang pun mohon ijin kepada forum untuk membuka amplop tersebut untuk transparansi. Setelah dihitung bersama, amplop tali asih tersebut berisi Rp1 juta. Seluruh dana tersebut kemudian diserahkan Danang kepada perwakilan takmir masjid dengan tulus dan ikhlas.

Terkait, apa yang dilakukan Sukadi Danang Witono ini mendapat tanggapan dari sejumlah mantan Kepala Desa di Kabupaten Klaten.

“Memang, tidak ada aturan baku untuk menentukan besarnya tali asih yang diberikan kepada mantan Kepala Desa. Besaran jumlah tali asih disesuaikan dengan kemampuan kas desa masing-masing. Tetapi kalau tali asih yang diberikan hanya sebesar Rp1 Juta, ya itu jelas “tidak layak” untuk seorang mantan kepala desa yang telah bertugas selama enam tahun, dengan tugas dan tanggung jawab yang sangat besar. Jangan sampai, peristiwa ini terjadi di desa lain, dan menjadi preseden (acuan) untuk tahun-tahun berikutnya. Saya pribadi justru mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pak Danang dengan menyumbangkan seluruh uang tali asih yang diterimanya itu kepada takmir-takmir masjid di Desa Birit. Semoga menjadi berkah bagi Pak Danang dan keluarganya,” ucap mantan Kepala Desa yang minta dirahasiakan identitasnya.

Pos terkait