Bertepatan Misa Minggu Panggilan, Karawitan Anak “Seba Laras” Paroki Wedi Diresmikan

Anak-anak Karawitan “Seba Laras”Paroki Wedi berfoto bersama para rama, frater, bruder, dan suster, Minggu (25/4/2021) pagi.

WartaKita.org – Ada yang “spesial” saat Misa Minggu Panggilan di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus (SPM BK) Wedi, Kabupaten Klaten pada Minggu (25/4/2021) pagi.

Misa dimeriahkan dengan penampilan sejumlah anak yang memakai jubah dan pakaian biara dari berbagai Ordo atau Kongregasi. Bahkan, ada anak yang memakai pakaian Uskup.

Bacaan Lainnya

Perayaan Ekaristi yang dipimpin Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr dan Rama Emanuel Maria Supranowo Pr ini diiringi karawitan anak Paroki Wedi.

Dalam Misa Minggu Panggilan ini juga dihadirkan dua Frater dari Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta, satu Bruder FIC (Fratrum Immaculatae Conceptionis), dan satu Suster AK (Abadi Kristus). Para frater, bruder, dan suster ini diminta menyampaikan sharing mengenai panggilan yang dialaminya saat homili.

“Umat harus terbuka menanggapi panggilan Tuhan untuk menjadi imam, bruder, dan suster. Panggilan itu harus terus diupayakan. Maka para orangtua juga harus mendorong dan mendoakan anak-anaknya agar mau menanggapi panggilan Tuhan itu,” kata mereka.

Anak-anak berfoto bersama para rama, frater, bruder, dan suster usai mengikuti Misa Minggu Panggilan di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus (SPM BK) Wedi, Minggu (25/4/2021) pagi.

Misa Minggu Panggilan ini juga menjadi “sejarah” bagi Paroki Wedi.

Karena pada kesempatan itu, diresmikanlah Karawitan Anak “Seba Laras” Paroki Wedi oleh Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr.

“Karawitan Anak Paroki Wedi ini kita beri nama “Seba Laras”. Yang (kurang lebih) artinya, dari berbagai bunyi (alat musik gamelan) yang dipadukan, yang diselaraskan, diharapkan karawitan anak ini dapat membantu umat dalam memuji dan memuliakan Tuhan,” ujar rama.

Sementara itu Koordinator Karawitan Anak “Seba Laras”Paroki Wedi, Agustinus Ardiyan Maryoko menjelaskan, anak-anak ini mulai berlatih karawitan sejak bulan Mei 2019. Namun mereka terpaksa vakum latihan sejak pandemi covid-19 merebak. Dan ketika covid-19 dinilai mulai melandai serta masuk ke adaptasi kebiasaan baru, maka anak-anak mulai aktif latihan karawitan lagi pada bulan November 2020.

“Anak-anak latihan rutin setiap hari Kamis. Jamnya juga pasti, yaitu pukul 13.00 WIB. Dan untuk persiapan mengiringi Misa Minggu Panggilan ini, latihannya ditambah hari Selasa,” terangnya.

Yoko berharap, kedepan, anak-anak ini tetap semangat untuk latihan karawitan.

“Selama ini, untuk pendamping anak-anak, ya saya sendiri, dibantu beberapa orangtua, dan Pak Supri untuk koor. Sedang pelatihnya adalah Pak Surono,” tandasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya di Paroki Wedi ini ada Karawitan Anak Parikesit. Namun seriring perjalanan waktu, para anggotanya semakin beranjak dewasa, dan mereka mencari jati dirinya masing-masing.

Karena itu, Yoko mempunyai ide untuk membuat kelompok karawitan anak-anak lagi.

“Ini untuk regenerasi (penabuh gamelan). Maka, anak-anak ini akan terus dilatih untuk kegiatan kegerejaan (mengiringi misa),” ucapnya.

Pos terkait