WartaKita.org – Bagi sebagian orang, sampah atau limbah plastik bisa menjadi “permasalahan” tersendiri.
Namun bagi para ibu PKK di Dukuh Bakungan RW 04, Desa Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, limbah plastik dari ring cup minuman ringan bisa disulap menjadi berbagai produk kerajinan menarik seperti dompet, tas, piring, dan lainnya.
Alhasil, dari kegiatan pengisi waktu luang ini bisa menambah penghasilkan bagi keluarga.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bakungan, Lestari saat ditemui pada Rabu (29/9/2021) menyampaikan, sudah sekitar delapan bulan terakhir ini para ibu PKK di Dukuh Bakungan RW 04 melakukan kegiatan pemberdayaan dengan membuat aneka produk kerajinan dari sampah atau limbah plastik. Para ibu yang tergabung dalam Kelompok Mandiri Sejahtera ini menyulap ring (bagian atas) cup minuman menjadi aneka produk kerajinan menarik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Alhamdulillah, daripada duduk-duduk di rumah, sekarang ibu-ibu sudah punya kesibukan, yaitu membuat dompet, tas, piring, tempat buah, gantungan jilbab, dan sebagainya yang terbuat dari sampah atau limbah plastik. Total ada 17 orang ibu yang terlibat aktif di kelompok ini,” katanya.
Lestari menyatakan, para ibu ini lebih memilih membuat tas cangklong karena potensi dan peluang pasarnya.
“Mengapa kita lebih memilih (membuat) tas? Karena ibu-ibu kalau pergi kemana-mana sering membawa tas. Ke masjid oke, belanja oke, kondangan juga oke,” ujarnya.
Istri Kepala Desa Bakungan ini menjelaskan, awalnya, ide kegiatan membuat produk dari limbah plastik itu hanya untuk mengisi waktu luang.
“Rata-rata, ibu-ibu rumah tangga di sini itu punya anak-anak kecil. Nah, daripada ibu-ibu itu hanya momong anaknya, maka lebih baik kita adakan pemberdayaan, yaitu membuat (produk) kerajinan dari sampah atau limbah plastik. Seperti tas ini. Dengan harapan, ibu-ibu selain momong anaknya di rumah, juga mempunyai penghasilan dari usaha ini. Bisa menambah income rumah tangga,” terangnya.

Lestari mengemukakan, produk kerajinan dari sampah atau limbah plastik ini sudah dipasarkan ke sejumlah tempat. Seperti Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Surabaya, Jakarta, dan sebagainya.
“Harganya bervariasi. Dari Rp50 ribu untuk dompet kecil wadah HP, hingga Rp100 ribu sampai Rp200 ribu untuk tas cangklong. Intinya, tergantung model dan kerumitannya,” paparnya.
Lestari menambahkan, satu orang ibu dalam satu hari bisa full memproduksi satu tas cangklong.
“Tetapi kalau tas yang gede, ya lebih dari satu hari. Selama ini, pemasaran produk kita lewat media sosial Instagram,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Bakungan Agus Krisnanto Wisnu Diatno mendukung penuh kegiatan ibu-ibu PKK Dukuh Bakungan ini.
“Kami mendukung penuh kegiatan ibu-ibu di sini. Awalnya, kegiatan ini adalah bagian dari UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Program Kampung KB. Dimana salah satu kegiatannya adalah pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan lahan kosong yang tidak terawat untuk ditanami sayuran. Dan alhamdulilah, untuk kegiatan pemberdayaan masyarakatnya bisa berkembang dan terus berinovasi. Semoga usaha pembuatan produk kerajinan dari sampah atau limbah ini barokah, dan bisa bermanfaat bagi warga masyarakat Desa Bakungan,” harapnya.









