Berbagi Kasih, PT SIP Bantu Panti Asuhan Amanah Klaten

Member PT SIP berfoto bersama anak-anak Panti Asuhan Amanah Klaten, Jumat (24/5/2019).

WartaKita.org – PT Smart In Pays (SIP) mengadakan kunjungan dan buka puasa bersama (bukber) dengan pengasuh dan anak-anak Panti Asuhan Amanah di Dukuh Prigi Kidul, Desa Gemblegan, Kecamatan Kaikotes, Kabupaten Klaten pada Jumat (24/5/2019) sore.

PT Smart In Pays (SIP) adalah perusahan yang bergerak dalam bidang aplikasi atau platform penyedia layanan digital payment business, dimana setiap membernya bisa melakukan transaksi jual beli secara online.

Bacaan Lainnya

Enterpreneur PT SIP di Klaten, Linda Herlina Handoyo menyampaikan, tujuan kegiatan kunjungan dan buka puasa bersama ini untuk berbagi kasih kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Dalam kunjungan ini PT SIP memberikan bantuan beras 1 kwintal, mie instant 10 dos, gula, teh, dan uang sebesar Rp5 juta.

“PT SIP ini mulai berkembang di Klaten pada bulan September 2018. Nah, supaya masyarakat Klaten juga merasakan bahwa PT SIP itu ada, maka kita adakan kegiatan sosial ini. Ini adalah kegiatan yang pertama, dan kemungkinan besar akan kita adakan setiap tahun,” katanya.

Linda Herlina Handoyo menjelaskan, kegiatan kunjungan dan buka puasa bersama ini diisi dengan acara sambutan, sosialisasi visi, misi, dan produk PT SIP,  permainan atau game bersama anak-anak, dan buka puasa bersama.

“Kita ini khan hidup di Indonesia. Maka kita juga harus berbagi kasih dengan sesama. Karena itu, kita adakan acara kunjungan dan buka puasa bersama ini. Semoga kegiatan dapat bermanfaat bagi mereka,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Amanah, Ardi Suryanto mengucapkan terima kasih kepada PT SIP yang telah mengadakan kegiatan kunjungan dan buka puasa bersama di Panti Asuhan Amanah ini.

“Semoga bantuan yang diberikan PT SIP ini dapat membantu memperlancar operasional panti asuhan. Apalagi saat ini kami mengasuh 43 anak yang bersekolah dari SD sampai SMA. Dari 43 anak itu, ada 13 anak putri yang mukim (bertempat tinggal di panti asuhan), dan 30 anak yang tinggal bersama orangtuanya. Mereka sangat membutuhkan bantuan, terutama dalam hal biaya pendidikan,” ujarnya.

Ardi Suryanto menambahkan, anak-anak yang mukim di panti asuhan itu berasal dari Yogya, Sleman, Bantul, Klaten, dan lainnya. Sedang anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya itu berasal dari Desa Gemblegan, Jogosetran, dan sekitarnya.

“Selama ini, prestasi akademik dari anak-anak yang mukim di panti asuhan itu cukup luar biasa. Buktinya, mereka (para alumni panti asuhan) dapat diterima di perguruan tinggi seperti UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), UNS (Universitas Negeri 11 Maret Surakarta), di Klaten dan lainnya,” ucapnya.

Pos terkait