WartaKita.org – Azizah Setya Murti atau biasa dipanggil Tya lahir di Klaten, 5 September 2001. Tya tinggal di Dukuh Jetak Kidul, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.
Anak dari pasangan Surono dan Evi ini merupakan pemain badminton yang hebat. Ia merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Saat ini, Tya merupakan mahasiswa di Universitas Sebelas Maret (UNS) semester 5.
Kariernya dimulai dari seringnya Tya mengikuti ayahnya, Surono saat bermain badminton setiap minggunya. Ia pun mulai bermain badminton meski hanya sekadar namplek saja. Lambat laun, Tya jadi suka dengan badminton.
“Mungkin, bapak suka lihat aku badminton. Terus saat kelas 3 SD, aku dimasukin ke salah satu club badminton di Klaten,” kata Tya.
Prestasi Tya dimulai pada tahun 2012. Dalam Kejurcab II Klaten, ia meraih juara 2 Tunggal Putri. Pada tahun 2012, ia juga menyambet Juara 3 PORDA Kabupaten Klaten dan Juara 1 Tunggal Putri di RS Cup.
Dan di tahun 2014, ia mendapatkan Juara 3 Tunggal Putri Kejurcab se eks Karisidenan Surakarta.
Tya memperoleh 4 juara pada tahun 2015, yaitu Juara 2 Tunggal Putri POPDA, Juara 1 Tunggal Putri O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), Juara 1 Ganda Putri Kejurprov Jateng Flypower, dan Juara 3 Ganda Putri Kejurkab PBSI se Solo Raya di Sukoharjo.
Pada tahun 2016, Tya berhasil meraih juara paling tinggi, yaitu Juara 3 Ganda Putri pada Daihatsu Astec Open Nasional. Tidak hanya itu, pada tahun 2016 itu, ia juga Juara 2 Tunggal Putri pada kejuaraan POPDA.

Sedang pada tahun 2017, ia berhasil mendapatkan juara 2 Tunggal Putri dalam POPDA dan Kejurkab.
Selanjutnya, pada tahun 2021, Tya berhasil meraih Juara 1 Ganda Campuran pada PORANTIKA Antar Mahasiswa dan Juara 2 Ganda Campuran DEPSI CUP antar mahasiswa.
Dan pada tahun 2022 ini, ia meraih Juara 1 Ganda Campuran DEPSI CUP dan Juara 1 Ganda Putri OLIMPUS.
Tya menyatakan, prestasi-prestasi tersebut tentu tidak mudah untuk didapatkan. Semua butuh proses untuk mendapatkan juara-juara tersebut.
“Dan didalam proses tersebut, kita harus menerima semua rintangan dan kegagalan. Dimulai dari tingkat Kabupaten, Karisidenan, Provinsi, antar mahasiswa, hingga nasional,” katanya.
Saat ini, cita-cita Tya ingin menjadi pegawai Disadmindukcapil atau Kejaksaan.
“Semangat terus, apapun proses yang ada dalam diri setiap orang berbeda-beda. Yakinlah, kalau kita mampu mendapatkan apa yang kita inginkan,” pesan Tya.









