Bawaslu Sleman Programkan Pengawasan Pilbup Berbasis Budaya

Dinas Kebudayaan Sleman saat menerima audiensi Bawaslu Sleman, Selasa (18/2/2020).

WartaKita.org – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menerima audiensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman di Ruang Rapat Rukun, Selasa (18/2/2020). Audensi yang dihadiri 5 orang perwakilan dari Bawaslu Sleman ini diterima oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman HY Aji Wulantara.

Dalam audensi ini disampaikan mengenai program Bawaslu dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sleman yang akan digelar pada 23 September 2020. Program disampaikan oleh Ketua Tim audiensi Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa.

Bacaan Lainnya

Abdul Karim Mustofa menyampaikan, tujuan Bawaslu beraudensi ke Dinas Kebudayaan Sleman ini untuk menindaklanjuti hasil audiensi Bawaslu dengan Bupati Sleman berkaitan dengan rencana dan program dalam menciptakan situasi Kabupaten Sleman yang kondusif menjelang Pilbup.

“Bawaslu Sleman memprogramkan bisa berkolaborasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Sleman terkait dengan pengawasan partisipatif. Selain itu, Bawaslu Sleman juga mengimbau agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap netral dalam Pilbup 2020,” katanya.

Abdul Karim Mustofa menyatakan, Bawaslu memprogramkan pengawasan berbasis budaya melalui pentas kebudayaan yang disisipi dengan pengawasan Pilbup. Misalnya mengenai anti politik uang, dan lainnya.

“Bawaslu akan memprogramkan gelar budaya yang akan diadakan pada bulan April di gedung budaya dengan panggung sederhana. Bawaslu akan berkolaborasi dengan sekolah yang mempunyai latar belakang kesenian atau kebudayaan untuk tampil dalam gelar budaya tersebut. Bawaslu juga berharap, Dinas Kebudayaan Sleman dapat memberikan referensi sekolah yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang kuat yang ada di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Pos terkait