Bantu Warga Kelola Obat Yang Benar, Mahasiswa KKN Undip Adakan Edukasi “DAGUSIBU” Di Banjarejo

Meyta Rehulina Tondang saat memberikan edukasi DAGUSIBU Obat yang Benar kepada para ibu PKK Dukuh Banjarejo, Desa Malangan pada Jumat (26/7/2024).

WartaKita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Meyta Rehulina Tondang mengadakan edukasi bertajuk “DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat yang Benar” di Dukuh Banjarejo, Desa Malangan pada Jumat (26/7/2024).

Edukasi ini membuktikan bahwa pengetahuan mengenai pengelolaan obat bisa diperoleh dan diterapkan oleh siapa saja, termasuk para ibu PKK di Dukuh Banjarejo.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang itu menyampaikan, edukasi bertajuk “DAGUSIBU Obat yang Benar” ini untuk membantu peserta (para ibu PKK) memahami cara pengelolaan obat yang benar di rumah.

Program DAGUSIBU ini dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis mengenai empat aspek penting dalam pengelolaan obat, yaitu pertama, Dapatkan (Cara memperoleh obat secara sah, seperti pentingnya resep dokter dan pembelian di apotek resmi). Kedua, Gunakan (Panduan untuk mengonsumsi obat dengan dosis yang tepat dan mengikuti petunjuk yang ada). Ketiga, Simpan (Teknik penyimpanan obat yang benar untuk menjaga efektivitas dan mencegah kerusakan). Dan keempat, Buang (Cara yang tepat untuk membuang obat yang sudah rusak dan tidak terpakai untuk menghindari pencemaran lingkungan).

Kegiatan edukasi ini diadakan di rumah Ketua Ibu PKK Dukuh Banjarejo, Siti.

Acara dimulai pada pukul 16.30 WIB.

Dalam sambutan, Siti mengapresiasi positif kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Undip ini.

Menurutnya, kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN Undip kemudian menyajikan materi melalui presentasi yang interaktif dan mudah dipahami. Mereka menggunakan bahasa yang santai dan metode yang menarik untuk menjelaskan bagaimana cara memilih obat yang tepat, cara menyimpan obat agar tetap aman, dan teknik membuang obat dengan benar.

Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias dan aktif bertanya. Mahasiswa KKN juga membagikan leaflet informasi dan panduan singkat yang bisa dibawa pulang oleh peserta. Ini bertujuan agar para ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara praktis di rumah masing-masing.

Acara ditutup dengan kuis kecil, pembagian bingkisan bagi para ibu yang dapat menjawab pertanyaan kuis dengan benar, dan sesi foto bersama.

Mahasiswa KKN Undip berharap, edukasi ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga mendorong para ibu PKK untuk menyebarkan pengetahuan ini kepada keluarga dan tetangga mereka.

Melalui program DAGUSIBU ini, mahasiswa KKN Undip berhasil memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Dukuh Banjarejo tentang pengelolaan obat yang benar.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tidak hanya terbatas pada lingkungan formal, tetapi juga dapat dihadirkan secara langsung ke masyarakat untuk mendukung kehidupan yang lebih sehat dan aman.

Terkait, Muryanti, salah satu peserta edukasi mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Sekarang saya jadi lebih paham kalau obat itu bukan sembarang barang. Harus digunakan dengan benar. Pengetahuan ini akan saya terapkan dalam keluarga, agar obat yang kami gunakan lebih aman dan efektif,” ujarnya dengan antusias.

Pos terkait