Warta Kita.org — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan program “Senam Jantung Sehat” di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (2/8/2026).
Kegiatan promotif-preventif yang berlangsung di lapangan MI Muhammadiyah Kragan ini diikuti secara antusias oleh puluhan warga, khususnya kelompok ibu-ibu PKK setempat.
Untuk diketahui, kesehatan kardiovaskular merupakan indikator penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok usia dewasa hingga lanjut yang rentan terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner.
Berdasarkan observasi di lapangan, aktivitas fisik ibu-ibu PKK di Desa Kragan cenderung terbatas akibat rutinitas pekerjaan rumah tangga sehari-hari.
Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang terstruktur guna membangun kebiasaan hidup aktif dan sehat.
Program ini diprakarsai oleh mahasiswa Fakultas Keolahragaan UNS, Qois Euforian Nasution.
Rangkaian senam berdurasi kurang lebih satu jam tersebut dirancang secara sistematis.
Diawali pemanasan menggunakan Senam Jantung Sehat Seri 3, dilanjutkan gerakan inti untuk melatih daya tahan kardiovaskular, diselingi senam kreasi untuk menambah semangat peserta, dan diakhiri dengan tahap pendinginan guna menstabilkan kembali detak jantung serta suhu tubuh.
Kegiatan ini terselenggara di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Fatma Ulfatun Najicha, S.H., M.H., serta mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Kragan Widada.
Program ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh penduduk di segala usia.
Melalui inisiatif ini, warga diharapkan termotivasi untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup berkelanjutan.
Tentang KKN UNS Desa Kragan
KKN Tematik UNS Membangun Desa merupakan wadah pengabdian sivitas akademika Universitas Sebelas Maret yang bertugas di Desa Kragan pada periode Juli–Agustus 2026.
Tim ini berfokus pada program-program pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.









