Ayo, Main Outbond Dan River Tubing Di BRIS’e Malangjiwan, Dengan Bayar Rp10 Ribu, Pengunjung Bisa Nikmati Sensasi Sepuasnya

Pengelola Brintik River Side Malangjiwan berfoto bersama anak-anak dan pendamping KB Tunas Merapi Logede usai outbond dan river tubing pada Kamis (13/2/2025).

WartaKita.org – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Klaten dan sekitarnya.

Kini, hadir sebuah wahana wisata baru khususnya untuk outbond dan river tubing.

Bacaan Lainnya

Namanya Brintik River Side atau disingkat BRIS’e. Wahana wisata ini berada di Dukuh Gatak, Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.

Lokasi BRIS’e ini tepatnya berada di sebelah timur (bersebelahan dengan) Umbul Brintik.

Ketua Pengelola Kelompok Kali Bagor yang menaungi BRIS’e, Agung Nugroho saat ditemui pada Kamis (13/2/2025), menyampaikan, sebelumnya, lokasi wisata ini terlihat kotor dan tak terawat, serta menjadi tempat pembuangan sampah bagi warga sekitar.

Kemudian, Ketua RW 6 Dukuh Gatak, Desa Malangjiwan berinisiatif menggerakkan warga setempat untuk membersihkan areal kali tersebut. Akhirnya, lokasi tersebut menjadi bersih dan asri.

“Lalu, muncullah ide membuat Brintik River Side atau BRIS’e ini,” katanya.

Agung Nugroho menjelaskan, kedalaman air untuk tubing ini sekitar 50 sampai 70 cm atau selutut orang dewasa. Sedang panjang jalur tubing antara 150 sampai 200 meter. Dan arus airnya tidak begitu deras.

“Sasaran pengunjung kita untuk anak-anak, dari PAUD, TK sampai SD. Kita mengakomodir keinginan masyarakat, karena banyak sekolah yang mau (melakukan) tubing, tetapi tempat-tempat tubing di Klaten itu terlalu gedhe (arus air) alirannya. Maka, tubing di sini cukup aman,” ujarnya.

Agung menyatakan, Brintik River Side ini buka dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB. Pengelola menyiapkan paket wisata untuk pengunjung berupa outbond dan river tubing. Dan jenis paketnya bisa relatif sesuai permintaan pengunjung. Kalau anak-anak, biasanya paketnya berupa outbond dan river tubing. Tetapi kalau keluarga, biasanya paketnya berupa tubing saja.

“Setiap pengunjung di sini kita berikan perangkat berupa helm, rompi, dan ban. Pengunjung cukup membayar Rp10 ribu per orang. Dengan harga segitu, pengunjung bisa tubing sepuasnya. Pengunjung bisa menikmati pemandangan, suasana, dan sensasi selama bertubing di Kali Bagor,” jelasnya.

Agung menambahkan, Brintik River Side ini sudah mempunyai Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang diterbitkan di Jakarta tertanggal 2 Oktober 2024 dengan skala jenis usaha mikro arung jeram.

Alhamdulillah, kita sudah mengantongi surat ijin dari pihak terkait. Kita berharap, dengan adanya Brintik River Side ini bisa menumbuhkan perekonomian warga. Pengunjung yang datang ke sini juga merasa senang dan terhibur. Kalau Kali Bagor ini dikelola dengan baik, kalinya tetap resik, tidak ada sampah yang berserakan di kali, maka Kali Bagor ini akan bisa menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Anak-anak KB Tunas Merapi Logede merasa senang saat menikmati outbond dan river tubing di Brintik River Side pada Kamis (13/2/2025).

Kehadiran Brintik River Side ini disambut baik oleh masyarakat.

Kepala Sekolah Kelompok Bermain (KB) Tunas Merapi Desa Logede, Kecamatan Karangnongko, Farida Oktaviani Dewi mengaku senang dan penasaran dengan BRIS’e Malangjiwan ini. Karenanya, ia mengajak anak didiknya yang berjumlah 40 anak itu untuk melakukan outbond dan river tubing di Brintik River Side.

“Kami mengajak anak-anak ke sini (Brintik River Side). Selain lokasinya masih sangat asri, kami juga mengajak anak-anak agar dekat dengan alam. Kebetulan di tempat kami (Logede) nggak ada airnya. Sedang di sini berlimpah ruah airnya. Jadi alhamdulillah, kami bisa menemukan tempat yang tepat untuk anak-anak belajar di sini. Anak-anak bisa belajar ikut tubing, juga belajar ecoprint. Dengan demikian anak-anak itu menjadi sadar, bahwa di sekitar kita, ada hal-hal yang sepele, tetapi ketika sudah dikaryakan, (bisa) menjadi sesuatu yang luar biasa,” terangnya.

Farida Oktaviani Dewi mengemukakan, di Brintik River Side ini, anak-anak diajarkan atau dibiasakan mengelola sampah, atau membuang sampah pada tempatnya.

“Di sini (Kali Bagor), dari tempat yang banyak sampah, bisa disulap menjadi tempat yang seperti ini. Anak-anak jadi senang sekali. Keren. Sensasinya luar biasa. Anak-anak juga senang. Kedepan, kita bisa agendakan ke sini lagi,” tandasnya.

Sedang Una, murid KB Tunas Merapi Logede mengaku senang diajak outbond dan river tubing di Brintik River Side.

“Saya merasa senang diajak bermain pakai ban di air, dan bermain pakai bola (outbond) di sana. Awalnya takut, tapi lama-kelamaan saya jadi berani. Jadi senang. Nggak takut lagi,” ucapnya.

Pos terkait