WartaKita.org – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akan berusia 76 tahun pada 3 April 2019 atau 27 Rajab 1440 H mendatang.
Sebagai perguruan tinggi nasional pertama yang hadir di Indonesia, UII Yogyakarta semakin memantapkan perannya dalam membangun bumi pertiwi.
Dan sebagai bentuk rasa syukur atas miladnya yang ke 76 ini, UII Yogyakarta telah merancang berbagai program dengan tema besar “Khidmat UII Untuk Bangsa”. Tema ini diambil sebagai bentuk kontribusi UII Yogyakarta bagi bangsa, serta wujud dari komitmen UII Yogyakarta untuk kemaslahatan umat.
Pembukaan kegiatan Milad UII Yogyakarta ke 76 diawali dengan pengukuhan Kawasan Wisata Alam, Edukasi, dan Budaya binaan UII Yogyakarta di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Jumat (8/2/2019).
Rektor UII Yogyakarta Fathul Wahid menyampaikan, pengukuhan Kawasan Wisata Alam, Edukasi, dan Budaya di Desa Kebon ini merupakan sinergitas potensi yang ada dan dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan desa melalui pengembangan wisata.
“Pengukuhan kawasan ini mencakup wisata di Bukit Pertapan (alam), wisata pelatihan membatik (edukasi), dan wisata pelestarian motif batik serta museum batik (budaya) yang telah diinisiasi oleh UII Yogyakarta melalui kegiatan KKN (kuliah kerja nyata) sejak tahun 2016,” katanya.
Fathul Wahid menjelaskan, kegiatan yang sudah dilakukan oleh mahasiswa KKN UII Yogyakarta ini untuk mendorong terwujudnya Desa Wisata Budaya, Alam, dan Edukasi di Desa Kebon. Selama kegiatan KKN, mahasiswa UII Yogyakarta telah melakukan satu, menginisiasi pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dua, menginisiasi pendirian dan pelatihan kelompok batik jumputan sampai desain motif dan model serta menghitung HPP. Tiga, membuatkan master plan Bukit Pertapan dan gambar teknik bangunan.
“Empat, menginisiasi berdirinya museum batik dan membuatkan desain gedung yang sudah masuk di APBDes tahun 2019. Lima, mengintegrasikan potensi desa sehingga bersinergi dalam tahapan pembangunan desa. Enam, membentuk kelompok produsen makanan tradisional. Dan tujuh, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pembatik dan pengelola wisata,” paparnya.
Sementara itu, Kades Kebon Sukaca menyambut baik kegiatan KKN mahasiswa UII Yogyakarta di desanya.
“Kehadiran mahasiswa KKN UII Yogyakarta telah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Kebon. Terutama para perajin batik dan pengelola wisata Bukit Pertapan. Sekarang, usaha batik di Desa Kebon semakin berkembang, dan pendapatan warga juga semakin meningkat,” ucapnya.









