Arahkan Hidup Yang Benar, Pokja Penyuluh Agama KUA Klaten Utara Dan DSH Nikahkan Pengamen Jalanan

Pahargyan prasojo pernikahan antara Yudha dan Mila di Pendopo Monumen Juang 45 Klaten, Senin (18/10/2021).

WartaKita.org – Mengharukan dan sekaligus menggembirakan.

Itulah gambaran dari upacara pernikahan antara dua anggota komunitas musik angklung Putera Pangestu Klaten yang dilakukan di Pendopo Monumen Juang 45 Klaten, Senin (18/10/2021).

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten yang didukung oleh Dompet Sejuta Harapan (DSH) Klaten melaksanakan upacara pernikahan antara Yudha dengan Mila Amelia.

Keduanya adalah anggota komunitas musik angklung yang biasa mangkal di perempatan bangjo GOR Gelarsena Klaten itu.

Penyuluh Agama KUA Kecamatan Klaten Utara Muhammad Zuhri menyampaikan, selama ini, pihaknya melakukan pendampingan terhadap anak-anak pengamen jalanan musik angklung Putra Pangestu.

Oleh Muhammad Zuhri, anak-anak pengamen jalanan tersebut dibimbing dan dibina dalam hal kehidupan bermasyarakat dan beragama yang benar.

“Anak-anak pengamen jalanan itu pada umumnya berasal dari keluarga yang bermasalah. Seperti keluarga broken home. Karena kehidupan di dalam keluarganya yang sedang banyak masalah itulah, anak-anak kemudian memilih hidup “bebas” di jalan dengan mengamen,” katanya.

Seperti yang dialami Yudha, yang pada hari itu mempersunting Mila Amelia. Yudha adalah anak dari Wahyudi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Klaten. Entah karena permasalahan apa, Yudha keluar dari sekolah saat sedang duduk di Kelas VIII. selanjutnya, Yudha pergi merantau ke Kalimantan beberapa tahun lamanya.

Kemudian, Yudha pulang ke Klaten. Tetapi dia tidak pulang ke rumah orang tuanya. Dia justru memilih bergabung dengan anak-anak pengamen jalanan di kota Klaten. Yudha bergabung ke dalam komunitas musik angklung Putra Pangestu dibawah pendampingan Muhammad Zuhri.

Muhammad Zuhri menyatakan, para pengamen jalanan yang tergabung dalam wadah komunitas musik angklung Putra Pangestu ini kemudian dibina dan diarahkan untuk hidup secara benar dan menjalankan ibadah secara benar pula.

”Jika ada anggota komunitas musik angklung Putra Pangestu yang berani menyimpang dari norma agama dan norma sosial, seperti minum minuman keras atau narkoba, dia akan langsung dikeluarkan dari komunitas itu,” tandasnya.

Zuhri menambahkan, komunitas musik angklung Putra Pangestu ini juga didampingi dalam hal kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan beragama.

“Selain kita dampingi dalam hal kehidupan beribadah keagamaan, kita juga arahkan anak-anak tersebut untuk mengikuti aturan negara. Seperti pengurusan administrasi kependudukan dan vaksin Covid 19. Kemarin anak-anak ini kita ikutkan vaksin di Balai Desa Bareng Lor. Kemudian bagi pasangan pria dan wanita kita bina untuk segera nikah secara resmi. Seperti Mas Yudha dan Mbak Mila sekarang ini,” paparnya.

Sementara itu Direktur Dompet Sejuta Harapan (DSH) Klaten Janu Kurniawan menjelaskan, sebagai organisasi sosial, DSH senantiasa siap membantu umat yang memerlukan pendampingan. Baik dalam hal pemikiran maupun dalam bentuk materi.

“Seperti hari ini. Komunitas musik angklung Putra Pangestu yang dua orang anggotanya melangsungkan pernikahan. Maka kita turun tangan untuk membantu apa yang bisa kami bantu,” terang Janu Kurniawan.

Pos terkait