APTI Jawa Tengah Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai Rokok

Ketua I APTI Provinsi Jawa Tengah Kadarwati

WartaKita.org – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Provinsi Jawa Tengah meminta Pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok pada tahun 2022 mendatang. Karena kenaikan cukai rokok tidak berdampak positif kepada petani tembakau.

Permintaan ini disampaikan Wakil Ketua APTI Provinsi Jawa Tengah Kadarwati di  sela-sela kegiatan panen tembakau di persawahan Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Sabtu (28/8/2021).

Bacaan Lainnya

“Kami petani tembakau minta kepada Pemerintah agar cukai rokok tidak dinaikkan. Karena kebijakan ini tidak berdampak positif bagi petani tembakau,” katanya.

Wakil Ketua APTI Provinsi Jawa Tengah Kadarwati menyatakan, kenaikan cukai rokok ini diyakini tidak memberikan dampak yang baik kepada petani tembakau. Tetapi malah dikhawatirkan akan semakin menyengsarakan petani tembakau.

Menurutnya, kalau cukai rokok naik, maka harga rokok akan naik juga. Kenaikan cukai rokok akan berdampak pada bertambahnya cost (biaya) perusahaan. Maka perusahaan pasti akan menekan komponen dan biaya-biaya produksinya lainnya. Kalau yang ditekan pada biaya tenaga kerjanya, jelas tidak akan bisa, karena urusan tenaga kerja sudah ada aturan tersendiri.

“Lalu, biaya apa yang bisa ditekan? Ya, hanya pada bahan baku. Maka, perusahaan akan membeli bahan baku rokok (tembakau) dengan harga yang lebih murah. Berarti, dampaknya kepada petani lagi,” terangnya.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah yang membidangi pertanian itu mengatakan, kenaikan cukai rokok akan berdampak pada banyak hal. Diantaranya, pabrik rokok akan mengurangi kemasan rokoknya. Sehingga rokok kedepan akan semakin kecil.

“Dan juga, kalau pabrik rokok menaikkan harga rokok, ini juga berisiko. Karena pembelinya akan beralih ke produk atau merk lain,” tandasnya.

Selain tidak menaikkan cukai rokok, APTI Jawa Tengah berharap, ada pemihakan dari Pemerintah terhadap petani tembakau.

“Kita berharap, satu, petani tembakau terlindungi. Kalau gagal panen, ada asuransi. Kedua, pemihakan kesehatan petani tembakau. Dan ketiga, (yang terpenting), perdagangan jual belinya. Harganya (tembakau) dilindungi, kemitraannya dibantu. Sehingga petani tidak dipermainkan harga,” harapnya.

Pos terkait