WartaKita.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Klaten menggelar vaksinasi Covid-19 bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, Anggota Komisi IX DPR RI Muchammad Nabil Haroen (Gus Nabil) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten selama dua hari, dari Senin sampai Selasa (23-24/8/2021).
Sebanyak 1.000 peserta dari 26 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se Kabupaten Klaten akan menerima vaksin tahap pertama.
Ketua PCNU Kabupaten Klaten H Mujiburrahman dalam sambutan pada acara vaksinasi Covid-19 di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Senin (23/08/2021), mengucapkan terima kasih atas digelarnya vaksinasi untuk keluarga besar NU Kabupaten Klaten.
“Alhamdulillah, kami dari keluarga besar NU Kabupaten Klaten banyak mengucapkan terima kasih, karena vaksinasi ini mempercepat sasaran vaksinansi di masyarakat. Mudah-mudahan bermanfaat. Karena pentingnya imunitas diri dan imunitas bersama. Sehingga kalau sasaran ini bisa segera cepat divaksin, maka akan terbentuk herd immunity atau kekebalan bersama. Kami berharap, masyarakat Klaten khususnya dan bangsa Indonesia semua bisa segera tervaksin, sehingga Indonesia menjadi sehat wal afiat,” kata H Mujiburrahman.
H Mujiburrahman berpesan kepada masyarakat yang sudah menerima vaksin untuk tidak abai dan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) sebagai bentuk ikhtiar dalam menjaga jiwa sesuai syariat Islam.
“Harapannya warga menjadi sehat. Warga kita menjadi sehat dan tetap menjaga protokol kesehatan. Walaupun sudah divaksin, tapi tetep prokes ketat. Tetapi paling tidak, ini (vaksinasi) bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga jiwa itu penting sekali, menjadi maqashidussyariah (tujuan-tujuan syariat) yang disyariatkan oleh ajaran agama Islam,” ujar H Mujiburrahman.
Sedang Anggota Komisi IX DPR RI Muchammad Nabil Haroen (Gus Nabil) menyatakan, untuk kegiatan vaksinasi ini telah disiapkan sebanyak 25 ribu dosis vaksin, yang akan diberikan kepada seluruh pengurus dan kader NU se Kabupaten Klaten.
“Insyaallah, vaksinasi yang akan kita laksanakan ini tentu kita akan memprioritaskan para pengurus NU, kader-kader NU, yang selama ini menjadi ustadz, menjadi guru ngaji, yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seringnya bertemu (dan) berinteraksi dengan orang ini, maka sudah seharusnya mendapatkan prioritas untuk vaksinasi,“ jelas Gus Nabil.
Menurut Gus Nabil, vaksinasi ini penting diberikan untuk membentuk kekebalan imunitas (herd immunity) melawan Covid-19.
Dirinya menjamin vaksin yang diberikan aman karena sudah melalui uji klinis dan mendapat kelaikan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, serta halal karena para kyai dan alim ulama sudah menggunakannya.
Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani melalui sambutan tertulis yang dibacakan perwakilan dari Dinas Kesehatan Klaten mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah melanda dunia dan Indonesia, termasuk Kabupaten Klaten. Sehingga, selain penerapan protokol kesehatan, juga perlu segera dilakukan intervensi lain yang efektif untuk memutus mata rantai penularan, yaitu melalui upaya vaksinasi.
“Kegiatan vaksinasi bagi 1000 pengurus Nahdlatul Ulama di Kabupaten Klaten ini bertujuan untuk mengurangi transmisi atau penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat atau herd immunity dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” terang bupati.
Bupati Klaten menambahkan, upaya pencegahan melalui pemberian program vaksinasi jika dinilai dari sisi ekonomi, akan jauh lebih hemat biaya, apabila dibandingkan dengan upaya pengobatan.
”Kita semua berharap pelaksanaan kegiatan edukasi masyarakat sehat dan vaksinasi ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kemanfaatan bagi diri kita dan masyarakat luas,” harap Bupati.









