WartaKita.org – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Klaten mengadakan bakti sosial (baksos) bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan pada Selasa (24/10/2023).
Sekretaris DPD Juleha Kabupaten Klaten, Rudiyanto menyampaikan, kali ini, bantuan air bersih disalurkan di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat. Bantuan air bersih ini disalurkan di Masjid Hissah Muhammad Al Husainy di Dukuh Sendang RT 06 RW 03, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat.
Penyaluran bantuan air bersih ini juga dihadiri oleh Bendahara Juleha Klaten, Bambang dan Penasihat Juleha Klaten, Slamet Adnan.
“Kita fokuskan kepada saudara-saudara kita yang mengalami kekeringan dan sangat membutuhkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Dan juga untuk tempat-temapt ibadah, contohnya masjid, karena kebutuhan ibadah harus wudhu, dan sebagainya. Kita bantu beberapa tangki air,” katanya.
Rudiyanto menjelaskan, bantuan air bersih ini disalurkan di masjid di Desa Ngerangan karena daerah tersebut mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.
“Maka kita berikan bantuan air bersih. Dan ini semata-mata syiar kita, Juleha Kabupaten Klaten. Bahwa kita peduli terhadap masyarakat, saudara kita yuang membutuhkan (air bersih),” ujarnya.
Ia berharap, masyarakat yang lain juga bisa menerima manfaat.
“Lha mungkin juga di daerah lain, karena ada dana yang masuk, akan kita alokasikan lagi. Karena di daerah seperti Kemalang, Karangnongko, juga sangat membutuhkan air bersih,” tandasnya.
Bakti sosial bantuan air bersih dari Juleha Klaten ini mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat setempat.
“Kami merasa senang dan sangat berterima kasih kepada Juleha Klaten. Sebab masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya. Karena belakangan ini, untuk sholat kita itu harus tayamum, karena tidak air. Dengan adanya bantuan air bersih ini, kita bisa berwudhu dengan baik. Sehingga ibadah juga bisa dilakukan dengan baik, nyaman dan khusyuk,” ucap Amir, jamaah Masjid Hissah Muhammad Al Husainy Dukuh Sendang.

Rudiyanto menambahkan, ada dampak positif dari kegiatan baksos bantuan air bersih ini. Karena Juleha Klaten semakin dikenal di masyarakat, dan anggotanya juga semakin bertambah.
“Jadi, kita semakin dikenal di masyarakat, karena kegiatan kita tidak hanya tahunan saja pada saat sembelih halal. Tetapi juga mengadakan kegiatan-kegiatan lain, seperti edukasi maupun pelatihan cara sembelih yang syari, sembelih yang baik, dan juga fiqih kurban. Cara perobohan sapi, dan cara sembelih yang baik, bagaimana dagingnya agar tidak bau, tidak amis, dan sebagainya,” paparnya.
Rudi mengemukakan, Juleha Klaten sering memberikan edukasi kepada masyarakat, dan juga takmir masjid.
“Siapapun bisa mengundang kami. Untuk mengadakan edukasi dan pelatihan di masjis setempat. Jadi kita bisa mengadakan pelatihan sendiri secara sederhana. Atau kita bisa diundang ke masjid-masjid yang membutuhkan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, beberapa tahun yang lalu, Juleha Klaten sempat memberikan bantuan air bersih ke daerah Gunungkidul.
“Saat itu, daerah Gunungkidul mengalami kekeringan dan membutuhkan uluran tangan dari anggota Juleha Klaten. Akhirnya air kita bawa “naik” ke sana. Tapi itu dua atau tiga tahun lalu. Masih dalam suasana pandemi Covid 19. Sebab kita tidak hanya melulu (ngurusi) Klaten, tetapi daerah lain yang membutuhkan akan kita bantu sepanjang kita mampu,” jelasnya.









