WartaKita.org – Umat Lingkungan Santo Agustinus Tosadu, Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan Paskahan Bersama di rumah Dominicus Savio Sulistio Wibowo, Dukuh Sembungan, Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno pada Minggu (27/4/2025) malam.
Paskahan bersama yang mengusung tema “Damai sejahtera Kristus di tengah keluarga” ini dihadiri umat lingkungan setempat, para Ketua Lingkungan di Wilayah 3, perwakilan Dewan Pastoral Harian Paroki Wedi, dan undangan lainnya.
Acara paskahan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rama Rosarius Sapto Nugroho, Pr.
Dalam homili, Rama Sapto menyampaikan, kisah “ketidakpercayaan” Rasul Thomas akan kabar kebangkitan Yesus yang disampaikan oleh para murid lainnya sebelum ia (Thomas) melihat bekas paku pada tangan dan mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tangannya ke dalam lambung Yesus sering dimaknai secara “berbeda” oleh umat.
“Padahal, kisah ini ingin menunjukkan bahwa Yesus yang disalib, Yesus yang wafat, dan Yesus yang bangkit itu adalah Yesus yang sama. Karena ada anggapan (keyakinan) yang lain, bahwa Yesus yang disalibkan ini digantikan oleh orang lain, sehingga berbeda dengan Yesus yang bangkit itu. Keyakinan akan Yesus yang bangkit ini adalah dasar dari iman kita,” kata rama.

Ada sejumlah ujud (atensi) dalam perayaan Ekaristi malam itu. Pertama, untuk merayakan Paskah bersama lingkungan. Kedua, mendoakan Bapa Suci Paus Fransiskus yang telah berpulang kepada Bapa. Dan ketiga, perayaan ulang tahun (HUT) perkawinan ke 48 pasangan Heribertus Amanto dan Elisabeth Sri Suparni.
Pada kesempatan itu, umat lingkungan yang diwakili Ketua Lingkungan Santo Agustinus Tosadu Paulus Pujiyanto juga memberikan bantuan kepada Ignatius Endratno yang saat ini menderita sakit.
Untuk memeriahkan acara, maka diadakan pembagian doorprize yang menyediakan puluhan hadiah, dan hiburan climen. Acara diakhiri dengan makan bersama.









