WartaKita.org – Trah Arjo Sumarto Wedi menggelar halal bihalal di rumah Dalimin Hadi Sunarko di Dusun Klenisan, Padukuhan Sawo, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY pada Kamis (11/4/2024).
Halal bihalal kali ini merupakan kegiatan ke sembilan sejak pertama kali digelar pada tahun 2015. Dan sudah menjadi tradisi, Halal Bihalal Trah Arjo Sumarto Wedi ini digelar setiap Lebaran hari yang kedua.
Acara halal bihalal tahun 2024 ini jatuh pada giliran Keluarga Besar Jaido Prapto Suharjo.
Perwakilan tuan rumah dari Keluarga Besar Jaido Prapto Suharjo, Harto Sriyono dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Trah Arjo Sumarto Wedi yang telah berkenan menghadiri acara halal bihalal ini.
“Halal bihalal ini untuk menyatukan rasa, menjalin silaturahmi, agar kekeluargaan diantara Trah Arjo Sumarto Wedi ini terus terjaga,” katanya.
Sedang Ketua Trah Arjo Sumarto Wedi, Muchyidin menyampaikan, kegiatan halal bihalal ini perlu terus diadakan.
“Tujuan halal bihalal ini untuk silaturahmi. Ben pasedulurane da raket. Isoh kumpul bareng. Ben da ngerti anggotane Trah Arjo Sumarto kuwi sapa wae. Merga yen ora dikenalke, mengko ndak ora ngerti,” ujarnya.
Muchyidin menjelaskan, pasangan suami istri (pasutri) Arja Sumarto ini tinggal di Dukuh Trimasan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Mereka hidup dari tahun 1910 sampai tahun 1971.
Pasutri Arjo Sumarto ini memiliki tujuh anak, yaitu Sugiyem, Tumang, Sumiyem, Sugimin, Sukinem, Sugito, dan Tumiyem.
Dari tujuh anak itu, kini sudah berkembang menjadi sejumlah cucu, cicit, canggah dan seterusnya. Total ada sekitar 250 orang. Mereka tersebar di Jayapura, Makassar, Kendari, Surabaya, Pasaruan, Malang, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Klaten, dan sebagainya.
“Kedepan kita ingin, Trah Arjo Sumarto Wedi ini bisa dikelola seperti layaknya organisasi. Karena kalau trah ini yen diopeni tenanan, maka silaturahmi akan jadi semakin kuat, dan bermanfaat. Untuk itu, mari kita sengkuyung bersama-sama,” harapnya.

Acara halal bihalal ini juga diisi dengan Hikmah Halal Bihalal yang dibawakan oleh Ustaz H Ponco Budi Susilo.
Ustad Budi dalam tausiyahnya menyampaikan, pada halal bihalal seperti ini, manusia diingatkan akan pentingnya melakukan SITI, yaitu Silaturahim, Ingapura (saling memaafkan), Tulung-tinulung (saling tolong menolong), dan Ilangana (menghapuskan kesalahan dan dosa) atau Infaka (memberi infak).
“Dengan sering melakukan silaturahim, saling memaafkan, saling tolong-menolong, saling menghapuskan kesalahan dan dosa, serta sering memberi infak, maka insya Allah, hidup kita akan menjadi tenteram, damai, dan sejahtera,” terangnya.
Pada halal bihalal itu, Ustad Budi berpesan kepada mereka yang hadir untuk saling mendoakan.
“Orangtua perlu mendoakan anak-anaknya. Anak-anak juga harus mendoakan, dan selalu berbakti kepada orangtua. Karena kesuksesan hidup seseorang, 50 persennya tergantung dari doa dan restu orangtua,” ajaknya.

Usai tausiyah, dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal dan ramah tamah.
Dalam ramah tamah ini, hadirin menikmati berbagai menu yang telah disajikan. Selain itu, juga diisi dengan pengundian doorprize atau hadiah hadir dan bagi-bagi fitrah untuk anak-anak.
Acara halal bihalal diakhiri dengan foto bersama.









