Tampil Luar Biasa Di TMII, Tim Kesenian Palusaka Klaten Panen Pujian

Pemain dan kru berfoto bersama usai tampil ketoprak di TMII, Minggu (15/3/2020) pagi.

WartaKita.org – Tim kesenian dari SMP Pangudi Luhur 1 Klaten (Palusaka) mewakili Kabupaten Klaten tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Anjungan Jawa Tengah pada Minggu (15/3/2020) pagi.

Mereka menampilkan Tari Rara Ngigel dan pagelaran ketoprak dengan lakon Rengganis.

Bacaan Lainnya

Tim kesenian berjumlah 60 orang, terdiri dari 33 pemain ketoprak, 7 pengrawit, 3 perias, 2 guru pendamping dan bruder, 13 orang kru dan perlengkapan, serta perwakilan dari Dinas Budparpora Kabupaten Klaten.

Tim dipimpin oleh Kabid Kebudayaan Disbudparpora Kabupaten Klaten Yuli Budi Susilowati.

Sebelum tampil di TMII, tim kesenian Palusaka melakukan persiapan sekitar 2 bulan. Latihan untuk  pengrawit atau gamelan lebih sering dilakukan.

Untuk pengrawit atau gamelan dilatih oleh Teguh. Sedang untuk tari dilatih Martha Endang. Sementara itu, untuk ketoprak dilatih oleh Thoriq.

Acara pentas kesenian di TMII ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri.

Quatly Abdulkadir Alkatiri dalam sambutan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua yang berperan, terutama untuk anak-anak yang tetap semangat di tengah situasi yang sedang “mencemaskan” karena merebaknya virus Corona.

Saat tampil, anak-anak Palusaka bermain luar biasa. Mereka memainkan perannya dengan penuh totalitas. Dagelannya lucu banget. MC-nya (Bang Bend) juga tampil lucu dan menghibur. Bang Bend adalah guru teater SMP Pangudi Luhur 1 Klaten.

Para penonton yang memadati Anjungan Jawa Tengah ini pun mengaku sangat terhibur. Mereka menikmati pertunjukan seni ini sampai rampung. Penonton memuji penampilan anak-anak Palusaka.

“Penampilan anak-anak Palusaka ini luar biasa. Mantul (mantap betul)… Amazing…. Keren…,” ucap Agus sambil menunjukkan kedua jempol tangannya.

Para pemain dan kru merasa senang sudah diberi kesempatan untuk tampil di TMII Jakarta di tengah situasi yang cukup “mencemaskan” karena kabar merebaknya virus Corona.

Usai tampil, tim kesenian Palusaka langsung kembali ke Klaten untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Puji Tuhan. Semua berjalan lancar, meriah, dan sukses. Anak-anak dan semua kru dalam keadaan sehat wal afiat,” ucap Tanti, orangtua pemain ketoprak.

Pos terkait