WartaKita.org – Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten mengambil tujuh langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan kampus setempat.
Hal itu tertuang dalam Surat Edaran nomor 274/A.51.01/Unwidha/III/2020 tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran, layanan akademik, dan layanan umum untuk pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid – 19) di Unwidha Klaten.
Dalam surat tertanggal 16 Maret 2020 yang ditandatangani Rektor Unwidha Klaten Prof. Triyono itu disebutkan:
Satu, perkuliahan teori Program Diploma, Sarjana, dan Magister mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 28 Maret 2020 dilaksanakan menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring melalui berbagai platform dan media sosial (medsos), misalnya WhatsApp, Google Classroom, dan email.
Dua, perkuliahan praktikum di laboratorium, studio, atau yang sejenis ditangguhkan, diganti dengan penugasan, atau diselenggarakan mulai 30 Maret 2020. Jadwal pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing program studi dengan selalu menerapkan kewaspadaan dan pencegahan atas penyebaran Covid – 19.
Tiga, perkuliahan atau praktik lapangan ditangguhkan atau dijadwalkan ulang sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Empat, pelaksanaan bimbingan Tugas Akhir dilaksanakan secara online dengan menggunakan platform, misalnya email.
Lima, ujian Tugas Akhir (proyek akhir, skripsi, dan tesis) dapat dilaksanakan seperti biasa dan atau melalui berbagai platform lain, yang pelaksanaannya diatur oleh fakultas dan atau Program Pascasarjana.
Enam, pimpinan sangat menganjurkan semua dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk tidak melakukan perjalanan dinas di dalam negeri yang tidak penting.
Tujuh, kegiatan layanan akademik dan layanan umum kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa, dengan membatasi kerumunan massa dan memperhatikan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid – 19.
Sementara itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unwidha Klaten, Daru Pratomo, Selasa (17/3/2020) menyampaikan, selain tujuh kebijakan tersebut, Unwidha Klaten juga telah melakukan sterilisasi (pembersihan) di lingkungan kampus.
“Sterilisasi dilakukan dengan cara dekontaminasi dan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana di lingkungan kampus secara berkala. Kampus juga menyediakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan,” katanya.









