WartaKita.org – Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah (Setda) Klaten dengan menggandeng Konsultan Kehumasan Cornellia & Co Yogyakarta mengadakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kehumasan di Graha Sarina Vidi Jalan Magelang KM 8 Sleman, DI Yogyakarta, Senin-Selasa (9-10/4/2018).
Diklat kehumasan ini dimaksudkan untuk meningkat kompetensi insan kehumasan dalam menghadapi tranformasi informasi di era digital.
Acara diklat kehumasan diikuti oleh delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian Humas meliputi 3 pegawai pranata Humas, 1 pegawai pranata komputer, 3 pegawai pengelola dokumentasi dan berita, serta 1 pegawai protokol.
Materi yang disajikan Konsultan Kehumasan Cornellia & Co Yogyakarta meliputi peran Humas di era digital, character building public relation dan optimalisasi media sosial Pemerintah dengan pemateri Dyah Nuke Wikan, Herni Putrianti, dan Ayu Hellena Cornellia.
Kepala Bagian Humas Setda Klaten Wahyudi Martono menjelaskan, diklat kehumasan ini baru pertama kali dilakukan. Tujuannya untuk meningkatkan daya kompetensi pegawai Bagian Humas. Contohnya penyikapan dalam managment crisis.
“Kasus OTT (operasi tangkap tangan) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi pelajaran bagaimana insan kehumasan harus menyikapi kondisi krisis itu. Misalnya harus tetap membuka informasi satu pintu, dan menguatkan koordinasi dan kolaborasi di lingkungan internal,” katanya.
Sedang Kepala Sub Bagian Pembinaan Informasi dan Publikasi Bagian Humas Setda Klaten Joko Priyono menyatakan, diklat kehumasan ini menjadi usaha untuk meningkatkan kompetensi insan kehumasan di Pemkab Klaten. Karena ke depan, Humas dihadapkan pada tantangan perubahan yang cepat sehingga harus dibarengi dengan keterampilan yang memadai.
“Diklat ini sebagai upaya investasi sumber daya kehumasan agar ke depan insan kehumasan mampu menjadi human capital bagi agen perubahan dalam mempublikasi informasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pegawai pengelola dokumentasi Bagian Humas Klaten Restu Hindiyanto mengatakan, dirinya baru pertama kali ini mengikuti diklat kehumasan sejak menjadi ASN dari tahun 1994 lalu.
“Saya berharap, kegiatan (diklat kehumasan) yang baik semacam ini bisa dilakukan secara rutin sehingga wawasan insan Humas dapat terus meningkat. Karena diklat kehumasan ini bisa membangun integritas dan tanggung jawab atas kinerja insan Humas,” tuturnya.









