Ungkapkan Rasa Syukur, Kades Birit Beri Peti Mati Gratis Untuk Warga Yang Meninggal

Kades Birit Sukadi Danang Witono memperlihatkan peti mati yang ditaruh di balai desa, Selasa (3/3/2020) pagi.

WartaKita.org – Ada sesuatu yang baik dan “unik” dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Birit, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Sukadi Danang Witono.

Sebagai ungkapan rasa syukur karena terpilih menjadi menjadi Kepala Desa Birit, maka Danang memberi bantuan berupa peti mati gratis untuk warganya yang meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Kades Birit Sukadi Danang Witono saat ditemui di Balai Desa Birit, Selasa (3/3/2020) pagi, mengatakan, pemberian bantuan berupa peti mati untuk warga yang meninggal dunia ini sudah dimulai sekitar 6 bulan setelah dia dilantik menjadi Kepala Desa pada 28 September 2017.

“Semua warga Desa Birit yang meninggal, saya bantu peti mati. Peti mati ini murni dari pribadi saya,” katanya.

Kades Danang mengatakan, sampai sekarang, sudah banyak peti mati yang dibantukan kepada warganya. Saking sudah banyaknya, maka dia malah lupa berapa jumlahnya.

“Biasanya saya stok 7 peti mati yang saya taruh di balai desa. Kalau petinya habis, maka akan dikirim lagi. Peti mati ini saya ambil dari rekan saya di daerah Kembang (Kecamatan Kemalang). Soal harganya bervariasi. Sekitar Rp600 ribu sampai Rp650 ribu. Kalau ada warga yang sudah terlanjur membeli peti, maka akan saya tukar (uangnya),” ujarnya.

Danang menyampaikan, ide pemberian bantuan peti mati ini muncul dari kesadaran pribadi. Dia sadar betul, dulu dia hanyalah seorang “pengangguran”. Tetapi karena di-sengkuyung warga, maka dia bisa menjadi kepala desa.

“Saya sadar,  dulu, saya ini siapa. Karena dukungan dari masyarakat, maka saya bisa menjadi kepala desa. Karena itu, saatnya saya “membalas” kebaikan mereka. Saya ingin mengabdi dan membantu masyarakat, terutama warga yang sedang berkesusahan (karena ada keluarganya yang meninggal),” terangnya.

Dan ternyata, apa yang dilakukan Danang ini mendapat tanggapan yang baik dari warga.

Alhamdulilah, tanggapan dari warga sangat baik. Tetapi ya biasa, ada warga yang menanyakan, itu uang desa atau uang pribadi. Tetapi ya saya jawab, itu uang pribadi saya. Apalagi di jaman sekarang, semua itu khan transparan. Bisa dicek di banner APBDes yang kita pasang,” paparnya.

Danang menambahkan, pemberian bantuan peti mati ini sifatnya sukarela dan tak pandang bulu.

“Yang penting kita sediakan peti, dan kita tawari. Kalau warga mau menerima, ya kita berikan. Tetapi kalau warga tidak mau menerima, ya nggak apa-apa. Selain itu, bantuan peti mati ini sifatnya terbuka untuk semua warga Desa Birit tanpa kecuali. Baik yang dulu mendukung saya atau yang tidak mendukung (dalam Pilkades),” tandasnya.

Dia mengungkapkan, prosedur atau tatacara untuk mendapatkan bantuan peti mati ini sangat sederhana. Kalau ada warga yang meninggal, cukup menghubungi Danang. Lalu, warga mengambil petinya di balai desa.

“Sebenarnya, petinya mau saya taruh di rumah. Tetapi istrinya takut. Maka, petinya saya titipkan di balai desa. Dan teman-teman perangkat desa tidak ada masalah,” ucapnya.

Pos terkait