WartaKita.org – Acara Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1940 /2018 Masehi digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Jumat (6/4/2018).
Dharma Santi yang mengusung tema “Kita Wujudkan Nilai Nilai Ajaran Tri Hita Karana Dalam Memperkokoh dan Mempertahankan NKRI” ini dihadiri sekitar 1.000 umat Hindu yang terdiri dari anggota Korpri, TNI, Polri, pengajar dan mahasiswa Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD), karyawan Rumah Sakit Cakra Husada, dan pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klaten.
Ketua PHDI Jawa Tengah, Nyoman Surahata dalam sambutan menyatakan, acara Dharma Santi secara hierarki merupakan rangkaian terakhir dari hari suci Nyepi.
“Dharma Santi itu seperti halal bi halal, yaitu ajang srawung yang dilakukan umat Hindu untuk menciptakan situasi yang kondusif dan mendamaikan manusia. Karena itu, kami mengajak umat Hindu untuk menjunjung tinggi toleransi dan menjaga suasana yang tenang, agar semuanya berjalan seperti biasanya, khususnya di Kabupaten Klaten,” katanya.

Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1940. Bupati berharap, Dharma Santi ini dapat memberikan kemanfaatan bagi umat Hindu pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.
“Dharma Santi Nyepi ini dilaksanakan sebagai upaya agar dapat meningkatkan sraddha dan bhakti bagi umat Hindu serta dapat meningkatkan kinerja bagi seluruh anggota Korpri, TNI, Polri, Rumah Sakit Cakra Husada Klaten, STHD, dan PHDI Klaten,” pesannya.
Pada kesempatan itu Bupati Klaten mengajak umat Hindu untuk mewujudkan hubungan yang harmonis, selaras, dan seimbang antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, maupun hubungan manusia dengan alam lingkungan, atau yang sering disebut Tri Hita Karana.
“Dalam rangka mewujudkan tujuan hidup tersebut, tentu membutuhkan kesungguhan hati dalam melaksanakan ajaran agamanya,” ucapnya.









