WartaKita.org – Sebanyak 4.440 siswa SMA dari sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Klaten mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung dari Senin (9/4/2019) sampai Kamis (19/4/2018). Siswa ini berasal dari 15 SMA negeri dan 11 SMA swasta.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Klaten, Kawit Sudiyono menyampaikan, pada hari Senin (9/4/2019), mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Selasa (10/4/2018) Matematika, Rabu (11/4/2018) Bahasa Inggris, dan Kamis (19/4/2018) adalah satu mata pelajaran jurusan.
“Kalau jurusan IPA, mata pelajaran yang diujikan adalah Fisika, Kimia, atau Biologi. Sedang jurusan IPS, yaitu Geografi, Sosiologi, atau Ekonomi,” katanya.
Kawit Sudiyono menyatakan, UNBK SMA berlangsung empat hari. UNBK dibagi kedalam 3 sesi, yakni sesi 1 dari pukul 07.30 sampai pukul 09.30, sesi 2 dari pukul 10.30 sampai pukul 13.30, dan sesi 3 dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00.
“Sedang UNBK susulan akan dilaksanakan pada hari Selasa (17/4/2018) untuk Bahasa Indonesia dan Matematika, serta pada hari Rabu (18/4/2018) untuk Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran jurusan,” ujarnya.
Kawit Sudiyono mengatakan, pada hari pertama, UNBK berjalan lancar. Dia berharap, UNBK sampai hari terakhir juga berjalan lancar, termasuk sarana dan prasarana pendukung UNBK lainnya, seperti listrik dan jaringan.
“Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan seperti putusnya jaringan internet, maka sekolah menyiapkan dobel server. Sekolah juga menyiapkan genset, manakala listrik mati. Sehingga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (seperti jaringan internet putus atau listrik mati), maka dalam 2 menit sudah nyala lagi,” harapnya.
Kepala SMA Negeri 1 Klaten ini menambahkan, pada UNBK tahun 2018 ini, ada 7 SMA yang “bergabung”. Ini karena sekolah tersebut mengalami kendala kurangnya komputer atau tidak mempunyai laboratorium komputer.
“Ada sekolah-sekolah “kecil” yang bergabung dengan sekolah lain, seperti SMA Islam Pandanaran. Dari awal memang sudah kita (MKKS) kondisikan bareng-bareng. Sekolah mana yang mau bergabung? Dan mau bergabung kemana? Ini sudah kita lakukan sejak latihan UN, sehingga anak-anak sudah terbiasa di posisi itu,” paparnya.
Sementara itu, UNBK di SMA Negeri 1 Klaten diikuti oleh 349 siswa. Pada hari pertama UNBK, ada satu siswa yang tidak bisa mengikuti UNBK karena sakit.
“Pada sesi kedua tadi, ada satu siswa yang tidak ikut UNBK. Orangtuanya sudah datang ke sekolah, dan sekolah mengizinkan karena ada surat keterangan dokter. Mudah-mudahan pada tanggal 17 April nanti anak tersebut bisa ikut ujian susulan,” ucapnya.









