Dapat Anggaran Rp1,75 Miliar, Dewan Kesenian Klaten Programkan Road Show Wayang Kulit Di 26 Kecamatan

Acara jumpa pers Dewan Kesenian Klaten di Warung Makan BMW di Desa Trunuh, Rabu (22/1/2020).

WartaKita.org – Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten mendapat pemihakan dana dari APBD murni Kabupaten Klaten sebesar Rp 1,750 Milliar pada tahun 2020 ini.

Karena itu, Dewan Kesenian Klaten telah menyiapkan sejumlah rencana kegiatan, diantaranya sarasehan seni budaya di tingkat kecamatan dan kabupaten, road show wayang kulit di 26 kecamatan, pentas wayang kulit di Alun-Alun Klaten, wayang go to school, kirab budaya, pagelaran kethoprak Hari Jadi Kabupaten Klaten, pagelaran religi, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setiyawan saat jumpa pers di Warung Makan BMW di Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (22/1/2020), menyampaikan, Dewan Kesenian sebagai mitra Pemerintah bertugas untuk membantu Pemerintah dalam upaya apresiasi, pengembangan, dan kelestarian seni budaya di Kabupaten Klaten.

“Untuk itu Dewan Kesenian mengimbau kepada Pemkab sampai dengan Pemerintah Desa untuk mengakomodasikan dan memprogramkan serta mencantumkan nomenklatur anggaran di bidang seni budaya. Sebab, pemajuan seni budaya adalah amanat konstitusi kita dan telah dioperasionalkan melalui UU Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, dan di Kabupaten Klaten juga telah ditetapkan Perda Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Pelestarian Bahasa dan Budaya Jawa, serta Perda Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Pemajuan Kesenian Daerah Kabupaten Klaten,” katanya.

FX Setiawan menjelaskan, pada tahun 2020 ini, Dewan Kesenian mendapatkan anggaran APBD murni Kabupaten Klaten sebesar Rp 1,750 milliar. Sedang kegiatan diprioritaskan untuk Komite Seni Pedalangan yang akan menggelar pentas wayang kulit di 26 Kecamatan dan 2 pentas wayang di tingkat Kabupaten.

“Untuk road show wayang kulit di 26 kecamatan ini Dewan Kesenian akan melibatkan desa. Semua  biaya untuk kebutuhan pentas wayang di desa akan didanai dari APBD Klaten. Sedang keterlibatan desa yang digunakan untuk pentas wayang adalah pengadaan debog (batang pohon pisang) dan mengundang masyarakat sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dewan Kesenian Klaten berjanji akan merevitalisasi kepengurusan Dewan Kesenian Kecamatan. Ini dimaksudkan agar keberadaan dan kiprah Dewan Kesenian Kecamatan bisa lebih aktif lagi dan semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Pos terkait