Dengan Formula, Mahasiswa KKN UNS Ajak Warga Desa Selokaton Kelola Keuangan Secara Baik

Mahasiswa KKN UNS yang mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga bagi warga Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Warta Kita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bertugas di Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga bagi warga setempat.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja penunjang dalam rangkaian KKN Tematik Literasi UNS Membangun Desa yang mengusung tema penguatan ekonomi, pendidikan, dan tata kelola desa.

Program bertajuk “Pemberdayaan Finansial Masyarakat Desa melalui Edukasi Penghematan dan Alokasi Pendapatan Berbasis Formula Keuangan Praktis” ini digagas oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi UNS, Raja Moses Nesta Bakkara.

Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di sela-sela pertemuan rutin Ibu-Ibu PKK Desa Selokaton.

Acara ini dihadiri oleh 28 warga. Mereka antusias mempelajari cara mengatur keuangan secara lebih terarah.

Berawal dari Persoalan Keuangan yang Belum Tertata

Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan tim KKN sebelum program berjalan, ditemukan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Selokaton, termasuk pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, belum memiliki pengelolaan keuangan yang tertata.

Banyak warga yang kesulitan memisahkan antara kebutuhan pokok, keinginan konsumtif, dan alokasi tabungan, sehingga meskipun memiliki penghasilan tetap, kondisi finansial rumah tangga tetap rentan mengalami kesulitan.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan sebuah metode pengelolaan keuangan yang sederhana namun aplikatif, yaitu Formula 50/30/20.

Formula ini membagi pendapatan bulanan ke dalam tiga pos utama: 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan.

Belajar Sambil Praktik Langsung

Bertempat di forum pertemuan rutin Ibu-Ibu PKK, kegiatan pelatihan tidak hanya diisi dengan pemaparan teori, tetapi juga simulasi perhitungan alokasi pendapatan yang dilakukan langsung oleh peserta menggunakan lembar kerja sederhana.

Pemilihan forum PKK sebagai lokasi kegiatan dinilai tepat, mengingat ibu rumah tangga umumnya berperan besar dalam pengelolaan keuangan sehari-hari di rumah tangga masing-masing.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Selokaton dapat lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran, mengurangi kebiasaan konsumtif, dan mulai membiasakan diri menabung secara rutin.

Setiap peserta diajak menghitung kondisi keuangan mereka sendiri, kemudian mempraktikkan cara membagi pendapatan sesuai formula yang telah diajarkan.

Sesi diskusi menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini.

Beberapa peserta secara terbuka berbagi pengalaman dan kendala pribadi seputar pengelolaan keuangan sehari-hari, sehingga suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif.

Diskusi dua arah antara narasumber dan peserta ini membuat materi yang disampaikan terasa lebih dekat dengan realita kehidupan warga, bukan sekadar teori di atas kertas.

Harapan untuk Kemandirian Finansial Warga

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Selokaton dapat lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran, mengurangi kebiasaan konsumtif, dan mulai membiasakan diri menabung secara rutin.

Bagi pelaku UMKM, pemahaman ini juga diharapkan dapat membantu memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan.

Program pemberdayaan finansial ini menjadi salah satu dari sembilan program kerja penunjang yang dijalankan mahasiswa KKN Tematik Literasi UNS di Desa Selokaton, yang secara keseluruhan berfokus pada penguatan ekonomi, pendidikan, dan tata kelola desa menuju kemandirian Desa Selokaton.

Pos terkait