Masyarakat Klaten Diajak Deteksi Dini Gejala Campak, Bupati Hamenang: ORI Sudah Capai 95 Persen

Masyarakat Kabupaten Klaten diajak untuk cepat tanggap mendeteksi gejala campak yang kemungkinan ada atau terjadi di sekitarnya.

Warta Kita.org – Masyarakat Kabupaten Klaten diajak untuk cepat tanggap mendeteksi gejala campak yang kemungkinan ada atau terjadi di sekitarnya.

Ajakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi ini disampaikan langsung di depan para ibu dan tamu undangan saat meninjau pelaksanaan imunisasi campak serentak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten pada Rabu (8/4/2026).

Kegiatan Gubernur tersebut merupakan rangkaian kerjanya keliling ke beberapa kabupaten, karena di hari yang bersamaan ada 6 Kabupaten di Jawa Tengah yang melaksanakan kegiatan ORI serempak.

Didampingi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Anggit Budhiarto MM.MR, Gubernur Jawa Tengah mengingatkan agar warga segera memeriksakan atau membawa ke rumah sakit atau Puskesmas, jika ada anggota keluarganya mengalami sakit dengan tanda tanda terkena campak.

“Saya minta kepada orang tua dan ibu muda yang memiliki anak balita untuk segera membawa putra putrinya mengikuti program vaksinasi campak, dengan membawa anaknya ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” kata Gubernur.

Sedang Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan, hingga awal bulan April 2026, pelaksanaan ORi di Klaten sudah mencapai lebih dari 95 persen.

“Dari jumlah anak yang disasar yakni 53.204 anak usia 9 bulan sampai 59 bulan, hingga pekan pertama bulan April ini sudah tervaksin lebih dari 47.880 anak. ORI ini dilakukan karena status KLB (kejadian luar biasa) campak yang terjadi di Kecamatan Prambanan beberapa waktu lalu,” ujar Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Anggit Budhiarto MM.MR mengatakan, ada sisa sekitar 5 persen anak yang belum divaksin. Diharapkan, vaksinasi ini  akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

Terkait kendala di lapangan, Anggit menjelaskan, secara medis tidak ada kendala dalam pelaksanaan vaksin. Namun diakui, di beberapa tempat ada orang tua yang tidak membolehkan anaknya divaksin.

”Secara medis dan kinerja, pelaksanaan ORI di 401 desa dan kelurahan di Klaten berjalan lancar tanpa kendala. Memang, ada beberapa orang tua di beberapa desa yang melarang anaknya divaksin. Namun jumlahnya tidak banyak,” ungkap Anggit.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Klaten dinyatakan KLB campak menyusul ditemukannya 4 kasus campak yang ada di Kecamatan Prambanan, Wonosari dan Delanggu. Perinciannya, 2 kasus di Desa Kebondalem Lor (Kecamatan Prambanan) dan dinyatakan KLB, serta 1 kasus di Kecamatan Wonosari dan 1 di Kecamatan Delanggu.

Pos terkait